Sumenep (beritajatim.com) – Perbincangan di grup dan story WhatsApp di Sumenep tiba-tiba ramai dengan tersebarnya foto dua pria yang mengendarai sepeda motor bersama dengan caption: “Hati-hati dengan orang-orang ini. Modusnya minta alamat… sudah ada yang dirampok. Motor PCX diambil paksa sambil ketakutan dengan menggunakan pistol//REPOST”. Lalu, pada caption story di bawah foto itu tertulis: “REPOST GAES!!! Agar lebih jelas melihat wajahnya secara full HD.”
Belum jelas siapa yang pertama kali menyebarkan foto tersebut. Namun foto yang beredar itu langsung mendapat ratusan komentar. Salah satunya, Najwa: “Ya Allah serem banget. Harus hati-hati sama dua orang ini.” Masih banyak komentar lainnya.
Bahkan, di beberapa grup dan story Facebook yang tersebar, ada yang menyebut peristiwa perampokan terjadi di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, hingga viral poster bertuliskan “Awas Begal”. Poster tersebut disusul dengan keterangan cerita: “Mudah-mudahan dijauhkan. Lenteng tidak aman.”
Kapolsek Lenteng Iptu Widianto membantah laporan tersebut. Menurutnya, tidak ada kejadian pencurian sepeda motor PCX di kawasan Lenteng seperti yang disebutkan dalam cerita viral tersebut.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan adanya perampokan yang dilakukan oleh dua pria dalam poster tersebut.
“Berita itu hoaks. Saya langsung bergerak cepat menelusuri informasinya. Tidak ada kejadian perampokan di Lenteng yang dilakukan kedua pria dalam gambar tersebut. Sekarang kami selidiki siapa penyebar berita hoaks tersebut,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Senada dengan itu, Kabid Humas Polres Sumenep Ipda Ach. Putrawardana mengatakan, kebenaran informasi mengenai dua pria yang disebutkan di media sosial sebagai pelaku perampokan belum bisa dipastikan.
“Sampai saat ini belum jelas informasinya. Belum ada informasi valid bahwa kedua pria dalam gambar yang beredar adalah pelaku perampokan,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat tidak begitu saja mempercayai berita yang beredar di media sosial tanpa mengetahui kebenarannya. Namun menyikapi pemberitaan tersebut, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.
“Tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati, apalagi jika berkendara pada malam hari di jalanan sepi. Namun kami berharap masyarakat tidak panik dengan gambar yang beredar di media sosial. Anggota kami masih melakukan penggeledahan,” jelasnya. (tem/kun)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














