Dubes India Resmikan Pameran Seni Bertajuk Sacred Geometry: 13 Seniman Diaspora India di Jakarta Hadirkan Perpaduan Seni, Spiritualitas, dan Diplomasi Budaya

- Redaksi

Senin, 28 April 2025 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas seni diaspora India di Jakarta, ArtBeat, dengan bangga mempersembahkan pameran seni bertajuk “Sacred Geometry”, yang digelar di Hadiprana Gallery, Jakarta Selatan, dari tanggal 24 hingga 27 April 2025. Acara ini didukung penuh oleh India Club Jakarta, serta mendapat kehormatan khusus dengan kehadiran dan sambutan dari Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty.

Pameran ini mengusung tema Sacred Geometry, sebuah pendekatan artistik yang melihat bentuk-bentuk geometris tidak sekadar sebagai aspek matematika, tetapi juga sebagai simbol spiritual dan pola dasar alam semesta. “Tema ini dipilih karena sifatnya yang luas dan fleksibel, memungkinkan berbagai interpretasi artistik dari bentuk manusia, hewan, hingga objek abstrak,” ujar Shanti Seshadri, Presiden India Club Jakarta sekaligus pendiri ArtBeat.

“Sacred geometry bukan hanya formula visual, melainkan bahasa universal yang menghubungkan kita dengan kekuatan tertinggi,” tambahnya.

Bersama komunitas seni ArtBeat, ia membangun ruang kolaboratif bagi para seniman India di Jakarta untuk berekspresi dan berkreasi, bahkan bagi mereka yang belum pernah mengikuti pameran sebelumnya. ArtBeat sendiri merupakan organisasi non-profit yang fokus pada penguatan komunitas India dan dukungan kegiatan sosial di Indonesia.

Sebanyak tigabelas seniman diaspora India yang kini menetap di Indonesia berpartisipasi dalam pameran ini, membawa karya-karya kontemporer yang memadukan nilai spiritual, simbolik, dan estetika modern. Ketigabelas seniman tersebut adalah Aditi Agarwal, Ariya Nair, Jumana Qayyumi, Kavitha Srirangan, Leena Malve, Purvi Bansal, Rashi Sharda, Shanthi Seshadri, Trupti Bane, Ujwala Prabhu, Vaishali Deepak, Vasundara Sur, dan Vijay Laxmi Birla.

   

Pameran ini bukan sekadar perayaan seni, tapi juga bentuk kontribusi sosial. Sebagian hasil penjualan dari karya seni dalam acara ini didedikasikan untuk mendukung Yayasan Kampung Kids, yang menyediakan program pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Tujuannya adalah membalas kebaikan dan keramahan masyarakat Indonesia yang telah menjadi rumah kedua bagi komunitas India.

Sambutan Diplomatik: Peran India–Indonesia dalam Seni

Acara dibuka oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang menyoroti pentingnya seni sebagai media hubungan bilateral. “”Indonesia adalah tanah yang memiliki kesakralan tersendiri. Jika kita menilik ke Candi Borobudur dan Prambanan, kita akan menemukan bahwa konsep geometri sakral tercermin secara nyata di sana — khususnya melalui bentuk mandala yang memiliki kaitan erat dengan ajaran Hindu dan Buddha. Bahkan, struktur arsitektur Candi Borobudur secara keseluruhan dibangun berlandaskan filosofi mandala sebagai simbol keteraturan kosmis dan spiritualitas universal,” ujarnya saat membuka acara.

Beliau juga menyampaikan kekagumannya atas keterlibatan komunitas seni India di Indonesia dan terhadap kreativitas para seniman serta menekankan pentingnya hubungan budaya India–Indonesia. mengajak agar karya-karya ini dapat tampil dalam panggung internasional sebagai representasi kebudayaan India yang dinamis di luar negeri.

Penutup

Pameran Sacred Geometry tidak hanya memperkaya lanskap seni di Jakarta, tetapi juga menjadi bukti nyata kekuatan seni dalam membangun jembatan antara budaya, spiritualitas, dan solidaritas antarbangsa. Melalui karya yang jujur dan menyentuh, para seniman diaspora India mempersembahkan penghargaan kepada tanah yang mereka sebut rumah — Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

 

Berita Terkait

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini
Rayakan Hari Batik Nasional, BRI-MI Wujudkan Harmoni Budaya dan Investasi Bersama Amanda Hartanto
MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah
Ratusan Peserta Ramaikan Zumba Party di Marianna Resort dan Convention Tuktuk Samosir

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:02 WIB

Wawako Elzadaswarman Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Lewat Bimtek ASWAKADA

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

Payakumbuh Tanam 3.000 Bibit Pisang, Perkuat Sentra Hortikultura dan Ekonomi Petani

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:39 WIB

Pemko Payakumbuh Pastikan Penegakan Perda Sesuai Koridor Hukum dan Kewenangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:48 WIB

Pemko Payakumbuh Pastikan Seluruh Laporan Diproses Sesuai Aturan, Penegakan Perda Berjalan Sesuai Ketentuan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:38 WIB

Akbarul Fahmi: Pelayanan Masyarakat Harus Tetap Jadi Prioritas

Senin, 13 Juli 2026 - 09:32 WIB

KUA Payakumbuh Selatan ajak ASN dukung gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05 WIB

Menyulap Lahan Tidur Hingga Digitalisasi Layanan, Strategi Sapaku Bidik Kelurahan Terbaik Nasional

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:12 WIB

FORKI Kota Payakumbuh Raih Peringkat 5 pada Kejurprov FORKI Sumbar di Pasaman

Berita Terbaru

One moment, please...
Loader
Please wait while your request is being verified...