ARUSBAWAH.CO – Buku Paradoks dan Solusi Indonesia karya Prabowo Subianto menguraikan dua tantangan besar yang menurutnya perlu diselesaikan Indonesia untuk mencapai kesejahteraan.
Keduanya terkait aliran kekayaan negara ke luar negeri dan risiko demokrasi dikuasai investor besar.
Pandangan ini dibahas pada bagian Untuk Menjadi Negara Maju Kita Harus Mengatasi Dua Tantangan Besar.
Prabowo menempatkan persoalan ekonomi dan demokrasi sebagai dua hal yang saling berkaitan dengan arah pembangunan Indonesia.
Dalam buku tersebut, ia menilai kekayaan yang mengalir ke luar negeri dapat membatasi kemampuan Indonesia dalam mengembangkan aktivitas ekonomi yang bernilai tambah.
Sementara itu, dominasi investor besar dalam demokrasi dinilai berisiko mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik.
1. Menghentikan aliran kekayaan Indonesia ke luar negeri
Tantangan pertama yang disoroti Prabowo adalah menghentikan aliran kekayaan negara ke luar negeri karena kebijakan yang dianggapnya tidak tepat.
Dijelaskannya, hasil kegiatan perekonomian yang terus mengalir ke luar negeri dapat mengurangi modal yang dibutuhkan Indonesia untuk mengembangkan kegiatan usaha dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Prabowo menulis:
“Pertama, kita harus menghentikan aliran kekayaan negara ke luar negeri karena kebijakan yang tidak tepat. Jika kita terus membiarkan hasil usaha kita mengalir ke luar negeri, maka negara kita tidak akan pernah mempunyai cukup modal untuk menambah kompleksitas hasil usaha kita dan menjadi pionir perekonomian dunia.”
Pandangan ini menempatkan pengelolaan kekayaan nasional sebagai salah satu isu penting dalam pembangunan ekonomi.
Tag
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














