Bitcoin Melanjutkan Tren Bullish, Target Harga Rp1,5 Miliar Semakin Dekat

- Redaksi

Kamis, 14 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin (BTC) mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di US$89.500 aatu sekitar Rp1,4 miliar pada Selasa (12/11), setelah lonjakan permintaan yang signifikan terhadap ETF BTC-spot AS pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden. Dari data yang dikumpulkan hingga 8 November 2024, aliran dana masuk ke ETF BTC-spot AS tercatat sekitar US$7,56 miliar. Kini, BTC terus melonjak hingga US$82.252, dan beberapa analis pasar optimis harga Bitcoin bisa mencapai US$100.000.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, meyakini bahwa sikap pro-Bitcoin Trump menciptakan keseimbangan baru dalam pasokan dan permintaan BTC. Tren ini menunjukkan bahwa Kongres AS semakin menerima kripto sebagai kelas aset unik yang tidak perlu diatur secara ketat seperti saham atau obligasi.

Pada 12 November 2024, BTC mengalami kenaikan 8%, menutup harga di US$88.500 dan memperpanjang tren bullish selama tujuh hari berturut-turut.

“Banyak analis memperkirakan jika aliran dana terus meningkat, BTC berpotensi mencapai US$90.000, bahkan US$100.000 atau sekitar Rp1,5 miliar. Peningkatan harga ini didorong oleh permintaan institusional yang besar, diikuti oleh minat dari investor ritel,” kata Fyqieh.

Bitcoin bukan satu-satunya yang mengalami kenaikan; beberapa altcoin juga menunjukkan tren positif. Ethereum (ETH) naik 20,8% selama seminggu terakhir, Cardano (ADA) naik 22,7%, sementara BNB dan XRP masing-masing naik 9,5% dan 8,2%. Dogecoin (DOGE) mencatatkan lonjakan tertinggi, yaitu 30,3%, mencerminkan peningkatan minat investor ritel pada kripto secara keseluruhan.

Ethereum dan Solana (SOL) juga menunjukkan performa baik, masing-masing didukung oleh peningkatan minat terhadap DeFi dan ekspektasi regulasi yang lebih ramah dari pemerintahan Trump.

Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Kripto

Investor kripto juga mencermati data ekonomi AS, khususnya data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada 13 November 2024. Data ini bisa memengaruhi kebijakan moneter The Fed. Baru-baru ini, The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan proyeksi pemotongan lagi pada Desember sebesar 65%. Selain itu, data Indeks Harga Produsen (PPI) dan beberapa pidato pejabat The Fed, termasuk Ketua Fed Jerome Powell, akan turut menjadi sorotan. Jika Powell memberikan isyarat kebijakan moneter ketat, hal ini dapat mempengaruhi sentimen pasar.

Crypto Fear & Greed Index pada 12 November menunjukkan sentimen “Extreme Greed” dengan skor 80, menandakan optimisme tinggi para investor terhadap pasar kripto. Sentimen ekstrem seperti ini kerap muncul di tengah kenaikan harga aset, namun, ini juga sering kali menjadi sinyal bagi investor untuk waspada karena pasar cenderung mengalami koreksi setelah periode kenaikan tajam.

“Euforia pasar saat ini menciptakan keyakinan di kalangan investor, terutama yang ritel, bahwa Bitcoin bisa terus menanjak hingga level psikologis US$100.000. Meski optimisme sangat kuat, kami mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi dan mempertimbangkan posisi dengan matang di tengah volatilitas tinggi ini,” jelas Fyqieh.

Secara teknikal, Bitcoin saat ini bergerak di atas rata-rata pergerakan (EMA) 50 hari dan 200 hari, menandakan sinyal bullish yang kuat. Jika BTC mampu menembus level tertinggi 11 November di US$85.404, harga diprediksi bisa melanjutkan ke US$88.000 atau bahkan US$90.000 dengan momentum yang terus terjaga. Namun, bila BTC turun di bawah US$75.000, level support berikutnya adalah US$70.000, dengan batas bawah di US$69.000.

Tingkat Relative Strength Index (RSI) 14-hari menunjukkan posisi BTC di angka 67,11, yang mendekati area overbought. Dengan kata lain, harga bisa mencapai US$80.000 sebelum memasuki fase jenuh beli. Bagi para investor, pekan ini adalah momen strategis untuk mempertimbangkan aset dengan potensi tinggi, mengingat kondisi pasar yang sedang bullish.

Tentang Tokocrypto

Didirikan pada 2018, Tokocrypto adalah pedagang aset kripto no. 1 di Indonesia yang telah mendapatkan lisensi penuh PFAK, dengan lebih dari 4,5 juta pengguna dan nilai rata-rata transaksi harian mencapai US$ 23 juta, serta mendapatkan dukungan penuh dari Binance, platform global exchange no.1 di dunia. Tokocrypto bertujuan untuk menjadi bursa aset digital terkemuka di Asia Tenggara dengan menyediakan platform yang mudah, sederhana, instan dan aman bagi pelanggan untuk bertransaksi dengan nyaman. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Rekomendasi Villa di Bali yang Nyaman untuk Liburan Keluarga
Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang
Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Rekomendasi Villa di Bali yang Nyaman untuk Liburan Keluarga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:47 WIB

Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Berita Terbaru