Awas! Doom Spending: Belanja Tanpa Kendali Akibat Kepanikan

- Redaksi

Rabu, 25 Juni 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan habis-habisan?

Hai Sobat #SadarRisiko. Tahukah kamu bahwa belakangan ini terdapat fenomena dimana orang-orang belanja secara kalap, lupa diri, dan habis-habisan?

Inilah perilaku yang dikenal dengan istilah doom spending, yaitu suatu perilaku yang muncul dari rasa ketidakpastian akibat kecemasan dalam hidup.

Doom spending adalah kebiasaan menghabiskan uang secara berlebihan karena merasa tertekan atau khawatir akan masa depan yang biasanya dilakukan sebagai bentuk pelarian atau kompensasi dari stres yang sedang dialami.

Beberapa pemicu doom spending ini, antara lain, tekanan ekonomi yang disertai arus berita negatif secara terus-menerus sehingga timbul perasaan tidak pernah dapat terlepas dari kesulitan. Hal tersebut dapat pula disertai ketidakpastian karier atau masalah hubungan sosial dalam skala keluarga maupun umum yang ditambah lagi oleh tekanan sosial media sehingga menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlarut.

Akibatnya, muncullah suatu sikap untuk lebih baik berbelanja secara habis-habisan dan jika perlu berutang untuk terus berkonsumsi dan menyenangkan diri, karena pada akhirnya, lebih baik menikmati hidup untuk sesaat daripada kehilangan kesempatan di masa yang serba tidak menentu.

Doom spending tersebut dapat terlihat dari perilaku belanja barang yang tidak perlu dan peningkatan pengeluaran uang di luar rencana yang telah ditetapkan. Bukannya mengobati rasa kekosongan, doom spending justru akan memicu perasaan tidak pernah cukup. Kemudian, perilaku tersebut dilakukan kembali dan berulang-ulang. Tidak bisa menahan keinginan untuk terus berbelanja inilah yang menyebabkan seseorang tidak #SadarRisiko dan menjerumuskannya ke dalam lilitan utang dan stres.

Sebelum kita terlilit masalah lebih parah, mari kita #SadarRisiko dan #KurangiRisiko doom spending dengan cara-cara berikut:

1. Kenali pemicu stres dan catat hal-hal yang membuatmu cemas. Cari akar permasalahan yang sesungguhnya sehingga dapat menemukan cara sehat untuk mengatasinya.

2. Atur keuangan dengan bijak dengan membuat anggaran bulanan dan mingguan, pisahkan antara kebutuhan dan keinginan, dan biasakan untuk membatasi penggunaan kartu kredit dan pinjaman lainnya.

3. Cari aktivitas pengalihan stres, seperti olahraga dan meditasi, berdiskusi dengan teman dan keluarga, atau lakukan kegiatan ekspresif lainnya seperti menulis jurnal, melukis, atau mencoba hobi baru lainnya.

4. Praktikkan kesadaran finansial dengan lebih sabar dan sadar perilaku belanja. Tunda dan hindari belanja secara impulsif dengan menunggu minimal 24 jam sebelum membeli sesuatu di luar kebutuhan.

5. Biasakan belanja sesuai anggaran dan selalu bertanya terlebih dahulu ‘apakah belanja hal ini benar-benar dibutuhkan?’ sebelum melakukan pembelian.

6. Hindari media sosial yang membuat stres dan utamakan untuk selalu bersyukur, dan tidak fokus pada kekurangan. Jalin dan pertahankan hubungan sosial yang sehat sehingga kita benar-benar menjadi sadar akan hal-hal yang benar-benar berarti.

Sobat #SadarRisiko, uang adalah alat, bukan tujuan. Jadi, mulai sekarang, kendalikan emosi dan belajar mengelola keuangan secara sehat. Belajarlah juga untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental.

Ingin informasi lainnya agar kamu #SadarRisiko dan bisa #KurangiRisiko keuangan dan kesehatan mental? Ikuti terus media sosial MASINDO!

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini
Rayakan Hari Batik Nasional, BRI-MI Wujudkan Harmoni Budaya dan Investasi Bersama Amanda Hartanto
MIND ID Dorong 10.000 UMK Naik Kelas, Wujudkan Ekonomi Kerakyatan di Daerah
Ratusan Peserta Ramaikan Zumba Party di Marianna Resort dan Convention Tuktuk Samosir

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:20 WIB

Kasatpol PP Payakumbuh Luruskan Isu Penertiban Pedagang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:02 WIB

Wawako Elzadaswarman Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Lewat Bimtek ASWAKADA

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

Payakumbuh Tanam 3.000 Bibit Pisang, Perkuat Sentra Hortikultura dan Ekonomi Petani

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:39 WIB

Pemko Payakumbuh Pastikan Penegakan Perda Sesuai Koridor Hukum dan Kewenangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:48 WIB

Pemko Payakumbuh Pastikan Seluruh Laporan Diproses Sesuai Aturan, Penegakan Perda Berjalan Sesuai Ketentuan

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:06 WIB

SMA Negeri 1 Payakumbuh perkuat sekolah ramah anak melalui pembekalan literasi digital oleh Diskominfo

Senin, 13 Juli 2026 - 09:32 WIB

KUA Payakumbuh Selatan ajak ASN dukung gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:05 WIB

Menyulap Lahan Tidur Hingga Digitalisasi Layanan, Strategi Sapaku Bidik Kelurahan Terbaik Nasional

Berita Terbaru

Daerah

Kasatpol PP Payakumbuh Luruskan Isu Penertiban Pedagang

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:20 WIB

One moment, please...
Loader
Please wait while your request is being verified...