RRI.CO.ID, Singkil – Satgas program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Singkil terbentuk sekitar dua tahun lalu. Namun diakui pelaksanaan tugas pengawasan program tersebut belum berjalan maksimal karena adanya sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran dan koordinasi antarlembaga.
Kepala Sekretariat MBG Kabupaten Aceh Singkil Rully Suhaidi mengatakan, pembentukan Satgas telah dilakukan sesuai instruksi pemerintah pusat. Namun keberadaan Satgas selama dua tahun terakhir masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan fungsi pemantauan dan evaluasinya.
“Saat ditanya apakah kerja Satgas selama ini sudah maksimal atau belum, kami dari Satgas sendiri menjawab belum maksimal karena ada beberapa kendala yang menjadi penyebab Satgas belum bisa berjalan maksimal,” kata Rully saat dikonfirmasi, Rabu, 4 November 2026.
Menurut dia, salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran. Padahal, kegiatan monitoring dan evaluasi langsung di lapangan memerlukan dukungan dana yang memadai.
Di sisi lain, kondisi keuangan daerah dan nasional yang saat ini menghadapi rasionalisasi anggaran juga mempengaruhi kemampuan Satgas dalam menjalankan tugasnya.
Meski demikian, Rully menegaskan pihaknya akan terus berupaya menjalankan fungsi pengawasan dengan memaksimalkan anggaran yang tersedia, termasuk memenuhi kebutuhan pekerjaan dan pelaporan.
Selain persoalan anggaran, koordinasi antarlembaga juga dinilai masih perlu ditingkatkan. Selama kurang lebih dua tahun, komunikasi dan koordinasi, baik di lingkungan Satgas maupun dengan pihak vertikal yang juga membawahi program strategis nasional, dinilai belum intensif dan terbuka.
Rully berharap pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG khususnya operasional dapur di Aceh Singkil tidak hanya menjadi tanggung jawab Satgas saja.
Ia mendorong keterlibatan berbagai pihak, baik TNI, Polri, maupun aparat penegak hukum (APH) lainnya, agar bisa bersama-sama memperkuat pengawasan secara bergantian dan berkelanjutan.
“Kami berharap pihak-pihak terkait baik TNI, Polri maupun APH lainnya dapat bergandengan tangan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan sukses,” ujarnya.
Terkait peluang daerah mendapat penghargaan dari pemerintah pusat, Rully mengatakan pihaknya belum bisa memastikan mekanisme atau persyaratan yang harus dipenuhi.
Menurut dia, Satgas masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat mengenai kriteria penilaian dan mekanisme pemberian penghargaan kepada daerah.
Ia berharap, dengan adanya kejelasan peraturan serta peningkatan kinerja dan pengawasan, Kabupaten Aceh Singkil dapat memenuhi syarat dan berpeluang meraih penghargaan tersebut.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














