63% Pemuda Indonesia Tak Tertarik Bekerja di Program MBG, Bagaimana dengan Kopdes Merah Putih?

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terbukanya lowongan kerja di sektor pemerintah dan swasta tidak serta merta menjamin semua bidang diminati. Tingkat daya tarik masing-masing sektor masih menjadi pertimbangan utama para pencari kerja.

Kehadiran program pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDKMP) memang membuka lapangan kerja baru. Namun tingkat minat generasi muda untuk mengisi posisi tersebut menunjukkan gambaran yang bervariasi.

Potret Lapangan Kerja Kaum Muda 2026

Berdasarkan laporan Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Mei 2026 dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), total angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah tersebut, 148,19 juta orang bekerja, sedangkan 7,22 juta orang lainnya masih menganggur.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional pada periode yang sama tercatat sebesar 4,65%. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima orang di antaranya belum mendapatkan pekerjaan.

Selain kondisi ketenagakerjaan, persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja juga dapat dilihat melalui Survei Konsumen Bank Indonesia (BI).

Pada September 2026, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) nasional berada pada level 101,1 yang menunjukkan penilaian masyarakat masih berada pada zona optimis.

Jika dirinci berdasarkan tingkat pendidikan, kelompok sarjana S1 mempunyai IKLK tertinggi sebesar 108,4. Sedangkan kelompok umur yang memperoleh indeks tertinggi adalah kelompok umur 20-30 tahun sebesar 109,2.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat pada kedua kelompok tersebut mempunyai penilaian paling optimis terhadap ketersediaan kesempatan kerja dibandingkan kelompok pendidikan dan umur lainnya.

Di tengah kondisi ketenagakerjaan tersebut, seberapa besar minat generasi muda untuk bekerja di program pemerintah seperti MBG dan Kopdes Merah Putih?

Melihat riset KedaiKOPI tentang Remaja 2026

Untuk mengetahui pandangan generasi muda terhadap peluang kerja di kedua program tersebut, diadakan Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Survei Pemuda Indonesia 2026 pada tanggal 23-29 September 2026. Lembaga penelitian ini mengkaji berbagai pandangan masyarakat terhadap isu sosial dan politik.

Penelitian ini melibatkan 1.213 responden berusia 17-45 tahun melalui pengumpulan data berbasis kuesioner online. Topik yang dieksplorasi meliputi ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, kebangsaan, dan representasi politik.

Dalam pelaksanaannya KedaiKOPI menggunakan teknik non-probability sampling yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.

Data yang terkumpul kemudian dibobotkan menggunakan metode tersebut Pemasangan Proporsional Iteratif (IPF) berdasarkan jenis kelamin, umur, pendidikan, agama dan wilayah sehingga sebarannya mendekati data kependudukan BPS.

Survei ini tidak memiliki margin kesalahan konvensional karena menggunakan metode non-probabilitas. Hasilnya mencerminkan pandangan responden yang terlibat dan tidak dapat digeneralisasikan secara langsung untuk mewakili seluruh generasi muda Indonesia.

Tingkat Minat Pemuda Bekerja di Unit SPPG atau Ekosistem Program MBG 2026

Mayoritas generasi muda tidak tertarik bekerja di SPPG atau Ekosistem Program MBG | Statistik Bagus

Baca Juga: Masyarakat Menengah ke Bawah Kebanyakan Menolak MBG

Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi kelompok penerima manfaat. Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), suatu lembaga pemerintah yang bertanggung jawab melaksanakan program pemenuhan gizi nasional.

Dalam pelaksanaannya, BGN didukung oleh Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yaitu unit yang bertugas mengelola kegiatan MBG mulai dari penyiapan dan pengolahan bahan baku hingga pendistribusian pangan.

Meskipun merupakan program strategis, namun minat responden untuk bekerja di unit SPPG atau ekosistem MBG tergolong rendah yaitu sebesar 36,8%, sedangkan proporsi responden yang menyatakan tidak berminat mendominasi sebesar 63,2%.

Jika dilihat dari skala penilaian 1 hingga 10, jumlah generasi muda yang berminat bekerja di sektor ini hanya mendapat skor rata-rata 4,60.

Di sisi lain, skala pelaksanaan MBG terlihat besar dari keterlibatan tenaga kerja yang mencapai sekitar 1,03 juta orang aktif pada akhir Oktober 2026. Jumlah penerima manfaat yang terverifikasi juga melebihi 58 juta orang, dengan 26.723 dapur yang telah melalui proses verifikasi dari total 27.485 dapur yang terdaftar.

Program MBG juga tidak luput dari sorotan di ruang digital. Berdasarkan analisis Drone Emprit pada 13 Agustus hingga 14 September 2026, dinamika tersebut meraih sentimen positif sebesar 11,8%, sentimen netral sebesar 11,5%, dan didominasi oleh sentimen negatif yang mencapai 76,6%.

Berbagai kritik yang mengemuka umumnya menyoroti kasus keracunan pangan, keamanan pangan, dan masalah alokasi anggaran.

Tingkat Minat Pemuda Bekerja di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2026

Mayoritas Generasi Muda Tidak Tertarik Bekerja di Koperasi Desa/Kecamatan Merah Putih | Statistik Bagus
Mayoritas generasi muda tidak berminat bekerja di Koperasi Desa/Kecamatan Merah Putih | Statistik Bagus

Kopdes Merah Putih atau KDKMP merupakan program pemerintah yang disiapkan untuk memperkuat kegiatan perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Koperasi ini dirancang sebagai pusat kegiatan perekonomian dan pelayanan masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok hingga penyaluran berbagai barang bersubsidi.

Dalam pelaksanaannya, percepatan program dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Pangan (Kemenko Pangan) bersama berbagai kementerian, lembaga, dan badan usaha terkait.

Minat responden untuk berkarir pada program pemerintah ini hanya sebesar 30,6%, sedangkan kelompok tidak berminat mendominasi sebesar 69,4%. Berdasarkan skala penilaian 1 sampai 10, tingkat minat terhadap sektor ini memperoleh skor rata-rata sebesar 4,18.

Dari sisi ketenagakerjaan, pemerintah telah menyiapkan tenaga pengelola untuk mendukung operasional KDKMP. PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani kontrak kerja dengan 28.891 pengelola KDKMP per 29 September 2026.

Selain menyiapkan tenaga pengelola, Kementerian Koordinator Pangan mencatat sebanyak 26.569 unit telah selesai dibangun hingga 29 September 2026 yang terkonsentrasi di Provinsi Jawa.

Adapun berdasarkan dasbor Simkopdes per 5 November 2026, jumlah koperasi yang telah terbentuk secara kelembagaan mencapai 83.363 unit.

Di balik masifnya percepatan pembangunan, program ini menarik perhatian dan berbagai perdebatan warganet di media sosial.

Berdasarkan analisa Drone Emprit pada tanggal 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2025, sentimen positif terhadap KDKMP mencapai 93%, sedangkan sentimen netral sebesar 2% dan sentimen negatif hanya sebesar 5%.

Besarnya dukungan warganet menjadi modal sosial yang kuat di tengah langkah pemerintah mempercepat pembentukan unit koperasi di berbagai daerah.

Namun gambaran tersebut semakin mempertegas adanya kesenjangan antara tingginya penerimaan masyarakat dengan minat berkarir di dalamnya.

Kesempatan kerja yang terbuka melalui program MBG dan KDKMP tidak serta merta menjadikannya sebagai pilihan prioritas generasi muda, sehingga ketersediaan lapangan kerja yang ada pada akhirnya bergantung pada pertimbangan dan kebutuhan masing-masing pencari kerja.

Baca Juga: 28.626 Pengurus Kopdes Merah Putih Siap Bertugas, Gaji UMK-Status Pegawai BUMN

Sumber:


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BMKG: 3 Wilayah di Riau Potensi Hujan Lebat disertai Petir dan Angin Kencang
Ruben Onsu Ungkap Sosok yang Diduga Dalang Aksi Boikot
Jokowi Pamer Gelar SD hingga Sarjana
Presiden Paraguay Dimakzulkan, Akibat Runtuhnya Bank Digital Terbesar
Isu Politik-Hukum Terkini: Hak Angket Diperiksa dan Jokowi Marah
Harga Emas Hari Ini 6 November 2026: Antam Rp 2,55 Juta, Cek UBS, Galeri24 dan Buyback Terbaru
Tiga Jam Jelang Penangkapan, Ketum Parpol Disebut Sudah Bertemu Puluhan Jenderal di Balik Kasus Penyadapan Prabowo
Cuaca Bandung Hari Ini 6 November 2026, BMKG Prediksi Berawan dan Suhu Capai 32 Derajat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:45 WIB

BMKG: 3 Wilayah di Riau Potensi Hujan Lebat disertai Petir dan Angin Kencang

Jumat, 6 November 2026 - 10:25 WIB

Ruben Onsu Ungkap Sosok yang Diduga Dalang Aksi Boikot

Jumat, 6 November 2026 - 10:05 WIB

Jokowi Pamer Gelar SD hingga Sarjana

Jumat, 6 November 2026 - 09:45 WIB

Presiden Paraguay Dimakzulkan, Akibat Runtuhnya Bank Digital Terbesar

Jumat, 6 November 2026 - 09:25 WIB

63% Pemuda Indonesia Tak Tertarik Bekerja di Program MBG, Bagaimana dengan Kopdes Merah Putih?

Berita Terbaru

Headline

Ruben Onsu Ungkap Sosok yang Diduga Dalang Aksi Boikot

Jumat, 6 Nov 2026 - 10:25 WIB

Headline

Jokowi Pamer Gelar SD hingga Sarjana

Jumat, 6 Nov 2026 - 10:05 WIB