Bahan Pangan MBG di Papua Diindikasikan Mengandung Residu Pestisida

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 42 sampel bahan pangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jayapura, Provinsi Papua diuji. Berdasarkan hasil pengujian awal, terdapat tiga sampel yang terindikasi mengandung residu pestisida.

“Sebagai tindakan pencegahan, temuan sementara ini juga telah kami sampaikan kepada pengelola SPPG terkait, dan meminta agar bahan pangan terindikasi tersebut tidak digunakan dalam pengolahan pangan hingga hasil uji laboratorium keluar,” kata Plt Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Pangan Provinsi Papua, Yolanda Samber, Yolanda Samber di Jayapura. Dikutip dari Antara, Minggu (11/1/2026).

Ketiga sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium penguji di Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, guna memastikan kadar residu dan mengetahui apakah kandungannya masih dalam batas maksimum residu (MRL) yang diizinkan.

Pengelola Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta mewaspadai residu pestisida pada pangan segar, untuk memastikan pangan program MBG aman dikonsumsi penerima manfaat.

“Pada tanggal 27-29 Oktober 2026, kami bersama instansi terkait lainnya melakukan pengujian pengambilan sampel pangan segar asal tumbuhan (PSAT) di enam SPPG di Kota Jayapura,” jelasnya.

Menurut Martenci, pengujian yang dilakukan juga menjadi bukti kehadiran negara untuk terus memastikan pangan yang digunakan memenuhi standar keamanan pangan sehingga aman dikonsumsi oleh seluruh penerima manfaat.

“Dalam kegiatan ini kami mengambil 42 sampel makanan untuk diperiksa dengan metode Rapid Pesticide Residue Test, guna mendeteksi kemungkinan adanya kandungan residu pestisida,” ujarnya.

Ditambahkannya, selain pemeriksaan sampel, tim juga memantau penanganan pangan di SPPG mulai dari penerimaan, penyimpanan, pengolahan hingga pendistribusian pangan.

“Melalui pengawasan ini, kami juga terus berupaya memastikan prinsip keamanan pangan diterapkan pada setiap tahapan pelaksanaan MBG sehingga penerima manfaat mendapatkan pangan yang aman dan berkualitas,” tutupnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

IFRC 8 2026 Ditutup, Basarnas: Kesuksesan Bukan Tentang Siapa yang Jadi Juara
Mahfud MD Minta Kasus Suket Gibran Dibawa ke Ranah Pidana: KPU dan Kemendikbud Harus Diusut!
Viral di Medsos, Pho Babah Tawarkan Pho Vietnam Mulai Rp 15 Ribu di Gelap Nyawang Bandung
Kerusuhan Pecah di Jerman, 200 Orang Ditangkap Usai Demonstrasi Gen Z Disusupi Kelompok Radikal
Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
Loyalis SBY Nyatakan Gibran Ilegal Jadi Cawapres, Siapkah Demokrat Luncurkan Hak Angket?
Prabowo Lahirkan 300 Pemimpin Muda Gandeng Kadin Indonesia, Dunia Usaha Beri Apresiasi
Gara-gara Ijazah Gibran, Posisi Presiden Prabowo Terancam?
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:40 WIB

IFRC 8 2026 Ditutup, Basarnas: Kesuksesan Bukan Tentang Siapa yang Jadi Juara

Minggu, 1 November 2026 - 19:20 WIB

Mahfud MD Minta Kasus Suket Gibran Dibawa ke Ranah Pidana: KPU dan Kemendikbud Harus Diusut!

Minggu, 1 November 2026 - 19:00 WIB

Viral di Medsos, Pho Babah Tawarkan Pho Vietnam Mulai Rp 15 Ribu di Gelap Nyawang Bandung

Minggu, 1 November 2026 - 18:40 WIB

Kerusuhan Pecah di Jerman, 200 Orang Ditangkap Usai Demonstrasi Gen Z Disusupi Kelompok Radikal

Minggu, 1 November 2026 - 18:20 WIB

Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?

Berita Terbaru