RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas penggunaan ekosistem digital Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) untuk mendukung tata kelola pengeluaran Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui pengembangan Lokakarya MBG. Kerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengadaan program Pangan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Dukungan Pengembangan Tata Kelola Belanja SPPG yang ditandatangani di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan kerjasama ini merupakan bagian dari upaya penguatan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada siswa di seluruh Indonesia.
Menurutnya, penguatan sistem belanja SPPG diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menjelaskan, pengembangan Loka MBG mengadopsi pengalaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pengelolaan SIPLah. Langkah ini dipilih karena SIPLah telah memiliki rekam jejak dalam mendukung proses pembelian kebutuhan satuan pendidikan secara digital.
Menggunakan sistem yang sudah berjalan dinilai lebih efektif dibandingkan membangun mekanisme baru dari awal. Namun pengembangannya tetap disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan operasional SPPG.
Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar Gogot Suharwoto mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 SIPLah mencatatkan 5,01 juta transaksi dengan nilai Rp 21,6 triliun. Transaksi ini melibatkan 294.897 satuan pendidikan.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 20,76 persen dan peningkatan nilai transaksi sebesar 25,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Gogot, pengalaman SIPLah menjadi modal penting dalam membangun tata kelola belanja Loka MBG. Melalui sistem digital, SPPG akan dapat membandingkan harga antar penyedia, melakukan pemesanan, dan mencatat transaksi secara terbuka dan dapat ditelusuri.
Selain memperkuat transparansi pengadaan, sistem ini juga membuka peluang keterlibatan pelaku usaha lokal sebagai pemasok kebutuhan dapur SPPG. Dengan demikian, pengembangan Loka MBG tidak hanya diarahkan pada efisiensi berbelanja, namun juga berpotensi memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di sekitar lokasi layanan.
Dalam kerja sama ini, Kemendikbud juga memberikan dukungan teknis melalui Pusat Layanan Pengelolaan Sumber Daya Satuan Pendidikan (Pusat SDSP), termasuk pembagian tugas dan peran masing-masing pihak serta dukungan mitra penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik.
Saat ini pengembangan Loka MBG sudah memasuki tahap uji coba yang melibatkan 40 SPPG dan sekitar 200 pemasok.

Sistem ini telah menjalani soft launching pada tanggal 30 Oktober 2026. Selanjutnya, grand launching rencananya akan dilakukan pada bulan Desember 2026, sebelum dilaksanakan sepenuhnya pada bulan Januari 2027.
Melalui pengembangan Loka MBG, pemerintah berharap pengalaman transformasi digital di bidang pendidikan dapat diperluas untuk mendukung tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, terutama memastikan proses pengadaan pangan SPPG transparan, efisien dan akuntabel. (KITA)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














