Gempa Magnitudo 4,8 Terjadi di Laut Kodi Barat, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Gempa berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang kawasan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Informasi peristiwa tersebut dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam laporan yang disampaikan, BMKG menyebut gempa di laut sebelah barat Kodi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kejadian ini menarik perhatian masyarakat sekitar karena gempa tercatat berkekuatan 4,8 SR dan berlokasi di laut sebelah barat Kodi. Pernyataan BMKG mengenai potensi tsunami menjadi informasi utama yang diberikan dalam laporan awal. Berdasarkan informasi yang ada, belum bisa dipastikan lebih detail terkait waktu terjadinya gempa, kedalamannya, koordinatnya, maupun kondisi yang dirasakan warga. Oleh karena itu, rincian tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari informasi lokasi, besaran, dan tanggal kejadian.

BMKG menjadi sumber laporan terkait gempa yang terjadi Sabtu itu. Penyebutan Kabupaten Sumba Barat Daya dan Provinsi Nusa Tenggara Timur membantu memperjelas wilayah terkait kejadian tersebut, sedangkan gambaran “laut barat Kodi” menunjukkan lokasi yang disebutkan pada informasi awal. Namun informasi tersebut tidak memuat penjelasan penyebab gempa atau laporan dampaknya terhadap bangunan, fasilitas, atau aktivitas masyarakat. Dengan demikian, pemberitaan yang dapat disampaikan saat ini hanya sebatas gempa berkekuatan 4,8 SR dan penilaian BMKG bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Masyarakat yang membutuhkan perkembangan resmi dapat merujuk pada update dari BMKG, terutama jika badan tersebut memberikan informasi lebih lanjut mengenai parameter gempa atau situasi di sekitar wilayah Kodi. Informasi awal ini tidak dengan sendirinya menjelaskan apakah gempa dirasakan di lokasi lain, apakah ada gempa susulan, atau bagaimana kondisi warga pasca kejadian. Hal-hal ini memerlukan informasi terpisah dan tidak dapat dikonfirmasikan dari laporan yang tersedia. Saat ini kabar utama yang terkonfirmasi adalah gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 di laut barat Kodi pada 31 Oktober 2026, dan BMKG menyatakan kejadian tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 4,8 terjadi pada pukul 12.39 WIB. Kali ini menjadi acuan kejadian yang dikabarkan berpusat di laut, sekitar 97 kilometer sebelah barat Kodi, Sumba Barat Daya. Dengan demikian, lokasi yang dicantumkan BMKG bukan di daratan Kodi, melainkan di perairan sebelah barat kawasan.

BMKG juga mencatat gempa memiliki kedalaman 28 kilometer. Angka kedalaman menjelaskan posisi sumber gempa di bawah permukaan, sedangkan informasi 97 kilometer menunjukkan jarak pusat kejadian dari Kodi. Kedua detail ini merujuk pada aspek lokasi yang berbeda dan perlu dibaca sebagaimana diberitakan, tanpa mengubah nilai atau arah yang tercantum dalam informasi resmi.

Acuan geografis yang digunakan dalam laporan tersebut adalah Kodi, di Kabupaten Sumba Barat Daya, serta arah barat untuk menunjukkan posisi pusat gempa. Informasi tersebut disertai dengan pernyataan bahwa pusatnya berada di laut. Oleh karena itu, penyebutan lokasi secara lengkap membantu pembaca memahami wilayah kejadian secara tepat, dibandingkan sekadar menyebutkan wilayah kabupaten atau pulau yang lebih luas. BMKG menyampaikan jarak dan arah dalam satu pernyataan lokasi.

Waktu kejadian, jarak dari Kodi, arah lokasi dan kedalaman menjadi rincian utama yang diumumkan BMKG terkait gempa ini. Peristiwa tersebut tercatat pada pukul 12.39 WIB, berpusat di laut sekitar 97 kilometer sebelah barat Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 28 kilometer. Penyajian angka dan penanda arah secara utuh penting dilakukan agar informasi tersebut tidak menimbulkan perbedaan penafsiran mengenai posisi episentrum gempa. Seluruh rincian tersebut mengacu pada informasi BMKG yang tersedia.

BMKG mencatat, gempa yang terjadi di laut sebelah barat Kodi terasa hingga Sumbawa. Pernyataan tersebut merupakan informasi yang diberikan lembaga tersebut terkait gempa berkekuatan 4,8 SR. Catatan ini menunjukkan getaran gempa juga dirasakan di kawasan tersebut, tanpa menyebutkan tingkat intensitas atau pengalaman yang dialami. Informasi yang ada juga tidak menyebutkan wilayah Sumbawa secara lebih spesifik. Oleh karena itu, penyebutan Sumbawa perlu dipahami sebagai wilayah yang tercantum dalam keterangan BMKG, bukan sebagai dasar menyimpulkan kondisi tertentu di lokasi tertentu. Uraian ini mengikuti batasan informasi yang tersedia dan tidak menambah rincian yang belum disediakan.

Rekaman gempa yang dirasakan di Sumbawa berbeda dengan penjelasan mengenai lokasi episentrum gempa. Dalam informasi kejadian tersebut, Sumbawa disebut-sebut sebagai daerah yang terasa getarannya, sedangkan gempa disebut terjadi di laut sebelah barat Kodi. Kedua pernyataan ini memiliki fungsi yang berbeda dan tidak boleh disamakan. Penyebutan suatu daerah sebagai tempat terjadinya getaran juga tidak dengan sendirinya menjelaskan seberapa kuat guncangan yang terjadi di sana. BMKG tidak mencantumkan tingkat intensitas dalam informasi yang menjadi dasar uraian ini, sehingga angka atau kategori intensitas tidak dapat ditambahkan. Begitu pula belum ada informasi mengenai titik spesifik di Sumbawa yang merasakan getaran.

Dengan demikian, yang bisa disampaikan secara terukur, BMKG mencatat gempa dirasakan di Sumbawa. Pernyataan tersebut memberikan gambaran seberapa besar gempa yang dilaporkan lembaga tersebut, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai dampak lokalnya. Informasi yang tersedia tidak ada dasar untuk menyatakan adanya kerusakan, menggambarkan pengalaman warga, atau menggambarkan situasi di lokasi tertentu. Pembaca harus merujuk pada informasi resmi BMKG jika memerlukan pembaruan atau rincian tambahan mengenai acara tersebut. Pengungkapan terbatas ini menjaga agar laporan tetap konsisten dengan data yang dipublikasikan, sekaligus membedakan fakta yang tercatat dengan rincian yang belum tersedia untuk publik.

BMKG memastikan gempa berkekuatan 4,8 SR yang terjadi di laut sebelah barat Kodi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan ini menjadi informasi penting bagi masyarakat sekitar, khususnya warga yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir. Meski demikian, informasi mengenai tidak adanya potensi tsunami bukan berarti masyarakat harus mengabaikan informasi resmi atau kondisi lingkungan. Warga diimbau tetap tenang, mengikuti perkembangan BMKG dan pemerintah daerah, serta tidak mudah percaya dengan berita yang tidak jelas sumbernya. Informasi resmi dapat membantu masyarakat memahami situasi dengan benar dan mengambil langkah yang tepat tanpa menimbulkan kepanikan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan. Peringatan ini bersifat antisipatif dan tidak menjamin akan terjadi gempa susulan. Penghuni dapat menjaga kewaspadaan dengan memperhatikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar, serta menjauhi bagian bangunan yang terlihat rusak atau berisiko jika diketahui dampak gempa. Jika kembali merasakan guncangan, masyarakat sebaiknya mengikuti pedoman keselamatan yang berlaku dan arahan dari pejabat setempat. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, cek saluran resmi BMKG, bukan pesan berantai yang belum terverifikasi. Sikap dan ketenangan dapat membantu mengurangi risiko dan mencegah penyebaran informasi yang salah.

BMKG menjelaskan, penyampaian informasi gempa mengutamakan kecepatan agar masyarakat segera menerima kabar dini. Oleh karena itu, hasil pengolahan data pada saat informasi pertama kali disampaikan belum stabil dan masih dapat berubah seiring dengan semakin lengkapnya data yang dimasukkan. Informasi ini merupakan bagian dari proses pemutakhiran informasi, bukan jaminan bahwa hasilnya akan berubah. Masyarakat disarankan untuk memperhatikan pembaruan resmi jika tersedia dan memahami bahwa informasi awal dapat disempurnakan setelah analisis lebih lanjut. Dengan mengikuti informasi dari sumber resmi, masyarakat dapat membedakan hasil sementara dari informasi terbaru, sambil tetap mematuhi nasihat keselamatan.

Baca juga: Guncangan Gempa M4.8 Terjadi di Kabupaten Kupang, Tidak Berpotensi Tsunami | Kebakaran Gedung Batik Hamzah di Malioboro: Apa yang Terjadi? | Peristiwa yang melibatkan sepeda motor di Jalan Asia Afrika juga terjadi pada Juli lalu

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kepala Basarnas Hadiri Penutupan Latsarmil Komcad ASN 2026
Gempa berkekuatan M 4,5 mengguncang Sumbawa
Antisipasi Demonstrasi di Jerman, KBRI Berlin Keluarkan Himbauan kepada WNI: Okezone News
Polemik Ijazah Gibran Memasuki Babak Baru
3 Aksi Gaya Bebas Remaja di Sragen Viral yang Berakibat Tilang dan Permintaan Maaf
Prabowo-Gibran Dua Tahun, Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja
Fatima Kritik Konsep MBG, Budiman Sudjatmiko Beberkan Alasannya
BMKG Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang di Pesisir Barat Daya Aceh
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Kepala Basarnas Hadiri Penutupan Latsarmil Komcad ASN 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Gempa berkekuatan M 4,5 mengguncang Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Antisipasi Demonstrasi di Jerman, KBRI Berlin Keluarkan Himbauan kepada WNI: Okezone News

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Polemik Ijazah Gibran Memasuki Babak Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Gempa Magnitudo 4,8 Terjadi di Laut Kodi Barat, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru

Headline

Kepala Basarnas Hadiri Penutupan Latsarmil Komcad ASN 2026

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:00 WIB

Headline

Gempa berkekuatan M 4,5 mengguncang Sumbawa

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:40 WIB

Headline

Polemik Ijazah Gibran Memasuki Babak Baru

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:00 WIB