Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka mengungkapkan pandangannya terkait kekuatan politik keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, kelebihan tersebut terletak pada satu hal sederhana yang membedakan Jokowi dengan pihak yang kerap mengkritik keluarganya.
Dedy mengatakan, Jokowi tidak pernah terlibat konspirasi jahat seperti korupsi. Ia mengaku merujuk pada penjelasan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.
Kekuatan politik yang dimiliki keluarga Jokowi sebenarnya sangat sederhana dan itu dijelaskan oleh Pak @mohmahfudmd, tulisnya di akun X, dikutip Sabtu (31/10/2026).
“Apa itu? Dia tidak pernah terlibat konspirasi jahat seperti korupsi. Itu saja!” katanya.
Baca juga: Semar: Siapapun yang mendampingi Jokowi dan Gibran di 2029, Insya Allah menang lagi
Dalam keterangannya, Dedy pun menyindir pihak-pihak yang terus melontarkan narasi miring terkait ijazah Jokowi. Ia menilai sejumlah orang yang paling aktif menyuarakan persoalan ini sebenarnya memiliki persoalan hukum yang perlu mendapat perhatian.
Sedangkan yang di baris berikutnya yang selalu melontarkan narasi miring tentang jaza saat kita cek, banyak kendalanya. Anggap saja dua orang yang paling antusias, ujarnya.
Dedy lantas menyebut dua nama yang menurutnya perlu mendapat perhatian, yakni Roy Suryo dan Denny Indrayana. Ia menyinggung rekam jejak hukum Roy Suryo dan mengaitkannya dengan sejumlah kasus yang pernah melibatkan nama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.
“Pertama Roy Suryo, bolak-balik berurusan dengan hukum, mulai dari kasus penodaan agama hingga kasus yang kita kenal dengan istilah ‘mencuri periuk’,” lanjutnya.
Selain Roy Suryo, Dedy juga menyoroti Denny Indrayana, mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dia menyinggung status hukum Denny saat masih menjabat wakil menteri dan menyatakan status tersangkanya belum dicabut.
Baca juga: Suket Dinyatakan Tidak Sah, Apakah Gibran Harus Mundur?
Kedua, ada nama Denny Indrayana. Kita tahu, saat menjabat wakil menteri, ia juga dijadikan tersangka oleh aparat penegak hukum dan hingga saat ini status tersangka masih melekat karena SP3 belum keluar, lanjut Dedy.
Dari perbandingan tersebut, Dedy menyampaikan kesimpulan bahwa masyarakat perlu melihat permasalahan berdasarkan rekam jejak pihak-pihak yang terlibat, bukan sekedar narasi yang berkembang di ruang publik.
“Kesimpulan sederhana saya sebagai warga desa, cukup dicek siapa yang bermasalah dan siapa yang tidak,” ujarnya.
Ia pun menegaskan pandangannya bahwa keluarga Jokowi tidak ada masalah dengan negara.
“Keluarga Jokowi jelas tidak ada masalah dengan Republik ini, kalau punya masalah dengan Republik ini jelas YA,” tutupnya.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














