Kontroversi keabsahan ijazah SMA Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka semakin meluas. Persoalan yang semula terkait riwayat pendidikan pribadi itu berlanjut hingga sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), bahkan memunculkan wacana bergulirnya hak angket di DPR RI.
Situasi ini pun mengundang komentar loyalis Anies Baswedan, Geisz Khalifa. Ia melontarkan sindiran dengan membandingkan polemik pendidikan Gibran dengan rekam jejak Anies di sekolah, yang menurutnya jelas dan mudah ditelusuri.
Geisz berpendapat bahwa pembuktian sejarah pendidikan menengah seharusnya tidak menjadi perkara rumit. Selain itu, informasi mengenai sekolah dan kelulusan seseorang harus dapat diverifikasi melalui dokumen dan rekam jejak yang tersedia.
Baca Juga: Reaksi Gibran Usai Gugatan Gugatan Pendidikannya Dicabut
“Saya ingat Anies Baswedan. Alumnus SMA 2 Yogyakarta yang pernah menjadi Ketua OSIS Indonesia. Sejarah sekolahnya punya cerita yang bisa ditelusuri. Kalau masyarakat punya sejarah yang jelas, kalau ditanya sekolah di mana, jawab saja. Tidak perlu membuat satu republik berpikir,” ujarnya.
Menurut Geisz, polemik ijazah sebenarnya semakin panjang karena tidak adanya kejelasan verifikasi sejak awal. Padahal, bukti kelulusan akademik memiliki standar yang bisa diperiksa, antara lain melalui dokumen resmi dan keterangan pihak terkait.
Ia bahkan menyebut adanya teman sekelas yang seharusnya bisa membantu menelusuri riwayat pendidikan seseorang.
“Belum lagi teman-teman satu angkatan. Segila-gilanya dulu di sekolah, pasti ada yang masih ingat. Kecuali sekolahmu hanya berakhir di toko, lain ceritanya,” ucapnya.
Baca juga: Feri Amsari Janji Dukung Gibran di 2029 Asal…
Geisz juga mempertanyakan bagaimana persoalan administratif mengenai asal usul sekolah menengah bisa berkembang menjadi sengketa hukum di lembaga konstitusi. Apalagi, polemik tersebut kini menyeret DPR pada wacana penggunaan hak angket.
“Soal ijazah SMA Gibran kok sampai ke MK? DPR mulai bahas hak angket. Gile, pertanyaan ‘SMA-nya di mana?’ “Sekarang di tingkat nasional,” sindir Geisz.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














