Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan bahwa Moskow memprovokasi gelombang demonstrasi besar-besaran di sejumlah negara Eropa. Putin sebenarnya mengatakan gejolak tersebut dipicu oleh kesalahan kebijakan politisi lokal, bukan campur tangan Rusia.
Dalam wawancara dengan jurnalis Rusia Pavel Zarubin pada Minggu (25/10), Putin mengatakan tuduhan terhadap Moskow mencerminkan ketidakmampuan para pemimpin Eropa untuk bertanggung jawab atas gelombang protes.
“Ini buruk bagi mereka, kenapa? Karena mereka tidak akan mengatasi akar permasalahannya. Dan apa penyebabnya? Itu terletak pada kesalahan mereka sendiri, kesalahan yang dilakukan di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan keuangan,” kata Putin, seperti dilansir RIA Novosti.
Putin mengatakan Rusia tidak senang dengan gejolak yang melanda Eropa. Meski demikian, Moskow akan tetap memberikan respons terukur terhadap berbagai tuduhan yang dianggap tidak berdasar.
Ia menambahkan Kementerian Luar Negeri Rusia akan menanggapi dengan hati-hati tuduhan negara-negara Barat bahwa Moskow berada di balik demonstrasi tersebut.
Gelombang protes di Eropa dilaporkan dimulai di Perancis pada pertengahan September, ketika siswa sekolah menengah atas di pinggiran kota Paris turun ke jalan untuk menuntut perbaikan fasilitas sekolah. Demonstrasi tersebut diikuti oleh warga Perancis yang menyatakan kekecewaannya atas kenaikan biaya hidup.
Aksi serupa juga meluas ke sejumlah kota di Italia pada 17-18 Oktober, sementara di Albania, para demonstran menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Protes besar-besaran terjadi lagi pada tanggal 24 Oktober di Perancis, Italia dan Albania, disertai dengan demonstrasi di Belgia dan Spanyol. (Semut/P-3)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














