BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Menyerap aspirasi masyarakat pada agenda Reses Sesi III periode 2024–2029, jajaran DPRD Kota Banjarmasin terus bergerak menyisir kawasan pemukiman. Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri mengunjungi warga di Jalan HKSN Komplek AMD Permai Blok B 6 RT 21 RW 02, Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Sabtu (24/10/2026).
Di titik reses ketiga, berbagai permasalahan lingkungan tumpah ruah dari warga. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan drainase, penataan estetika kabel utilitas, pengelolaan sampah, mitigasi banjir jelang pergantian musim, hingga usulan unik terkait pemanfaatan menu lokal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu usulan menarik yang muncul dalam dialog tatap muka tersebut adalah dorongan kepada warga untuk melaksanakan program MBG di Kota Banjarmasin dengan menonjolkan kearifan lokal. Warga menyarankan agar variasi menu MBG memanfaatkan potensi lauk lokal Banjar.
Lauk pauk berbahan baku lokal seperti ikan Haruan (ular gabus), Papuyu, dan Iwak Sapat (sepat) dinilai sangat kaya kandungan gizinya dan sangat familiar di lidah anak-anak Banua. Usulan ini dinilai tidak hanya dapat meningkatkan kualitas gizi siswa, namun juga mampu menggerakkan roda perekonomian nelayan dan pedagang ikan lokal.
“Usulan menu MBG berbahan dasar lauk lokal ini luar biasa dan masuk akal, ikan haruan, papuyu dan sapat iwak kaya nutrisi dan sangat disukai anak-anak kami, masukan ini akan segera kami teruskan ke MPG (Mitra Pelaksana Gizi) untuk direkomendasikan secara resmi ke SPPG (Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi),” kata Rikval Fachruri di hadapan warga Alalak Utara.
Selain persoalan gizi anak, perhatian warga Kompleks AMD Permai juga tertuju pada perbaikan fasilitas lingkungan. Warga mengimbau perbaikan jalan lingkungan yang rusak dan pengerukan saluran drainase agar tidak menyebabkan genangan air di kawasan pemukiman.
Masyarakat juga mengeluhkan kacaunya penataan kabel optik dan listrik di kawasan pemukiman. Kondisi kabel yang tumpang tindih dinilai dapat merusak nilai estetika lingkungan serta berpotensi menimbulkan bahaya keselamatan. Di saat yang sama, penanganan permasalahan sampah lingkungan juga menjadi poin penting yang disampaikan warga.
Memasuki fase peralihan musim kemarau ke musim hujan, isu mitigasi lingkungan juga mulai mengemuka. Warga menyampaikan kekhawatirannya terkait semakin maraknya kegiatan pengerukan sungai yang dinilai dapat menurunkan kapasitas saluran air alami dan berisiko memicu banjir saat curah hujan tinggi.
“Perubahan musim kemarau ke musim hujan harus kita antisipasi bersama sejak dini. Permasalahan timbunan sungai dan saluran drainase yang tidak berfungsi maksimal harus segera diatasi agar tidak memicu genangan atau banjir di kawasan pemukiman,” tegas politikus muda ini.
Terkait kisruhnya penataan kabel utilitas dan pengelolaan limbah, pimpinan dewan berjanji akan memanggil dinas teknis terkait untuk melakukan penertiban di lapangan dan evaluasi pengelolaan kebersihan lingkungan.
Rikval memastikan seluruh rangkuman aspirasi dari Kecamatan Alalak Utara akan dijadikan bahan Pokok Pemikiran (Pokir) DPRD Kota Banjarmasin. Laporan reses ini akan dikawal secara ketat dalam pembahasan perencanaan daerah agar perbaikan infrastruktur, perencanaan lingkungan hidup, dan penguatan gizi anak berbasis pangan lokal dapat terwujud secara bertahap. (nug/KPO-3)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency















