BMKG: Sirkulasi Siklon Champi Dapat Mengubah Arah Sebaran Kebakaran dan Asap Kehutanan

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoreksi anggapan bahwa Siklon Tropis Champi dapat menyedot asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dampak siklon terhadap asap bukanlah pengisapan langsung, melainkan perubahan sirkulasi angin.

BNKG menyatakan sirkulasi siklon dapat mempengaruhi arah dan kecepatan angin regional. Perubahan ini dapat mengubah jalur pergerakan asap dari kawasan kebakaran hutan dan lahan.

“Pada prinsipnya siklon tidak bekerja seperti alat pengisap yang menyedot asap langsung dari daerah yang jauh. Peredarannya dapat mempengaruhi arah dan kecepatan angin daerah sehingga mengubah jalur pengangkutan asap,” kata Kepala Tim Prediksi Fenomena Cuaca Khusus dan Peringatan Dini BMKG Miming Saepudin dalam wawancara RRI Pro 3, Minggu, 25 Oktober 2026.

Miming mengatakan, Champi kini sudah tidak lagi berdampak pada cuaca atau potensi gelombang di Indonesia. Oleh karena itu, potensi hujan di sejumlah wilayah perlu dikaji berdasarkan faktor atmosfer lainnya.

BMKG masih memantau potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa hari ke depan. Daerah yang perlu diwaspadai antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, serta sebagian Jambi dan Sumatera Selatan.

“Dalam dua hari ke depan, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau. Potensi serupa juga terjadi di sebagian Jambi dan Sumsel,” kata Miming.

Menurut Miming, potensi hujan terkait dengan bibit siklon di Teluk Benggala dan dinamika atmosfer lainnya. Konvergensi atau pertemuan angin di Sumatera juga dapat meningkatkan terbentuknya awan hujan.

Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah masih berpotensi mengalami hujan yang tidak merata. Miming mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran di kawasan tersebut.

Di Kepulauan Riau, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan turun tidak merata dalam sepekan ke depan. Hujan kali ini berpotensi membantu mengurangi kondisi asap di wilayah setempat.

“Curah hujan di wilayah yang terkena dampak asap setidaknya dapat membantu membersihkan suasana. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai genangan air saat hujan sedang hingga lebat,” kata Miming.

BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui media sosial resmi dan aplikasi Info BMKG. Informasi yang tersedia mencakup prakiraan cuaca harian dan peringatan cuaca selama enam jam ke depan. (Nikita Yunistia Maryam)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BNPB: 7.000 Hektar Terdampak Karhutla di Way Kambas
Hunter’s Moon Muncul 26 Oktober 2026, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihatnya
Prancis Kerahkan 70.000 Pejabat Hadapi Demonstrasi yang Berkelanjutan Kerahkan Helikopter dan Meriam Air
Tiket GJAW 2026: Harga, Jadwal dan Cara Beli
Evaluasi Dua Tahun Prabowo, PKS Kritis Soroti Mahalnya Daging, Pemotongan TKD, dan Tata Kelola MBG
Edisi Terbaru “The Art of Harry Potter” Dijadwalkan Terbit Januari 2027
BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Hunter’s Moon di Jakarta
Demo di Mapolres Gowa Dianggap Hanya Konsumsi Masyarakat, Polisi Luruskan 5 Orang dengan Kasus & Lokasi Berbeda
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:20 WIB

BNPB: 7.000 Hektar Terdampak Karhutla di Way Kambas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Hunter’s Moon Muncul 26 Oktober 2026, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihatnya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Prancis Kerahkan 70.000 Pejabat Hadapi Demonstrasi yang Berkelanjutan Kerahkan Helikopter dan Meriam Air

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Tiket GJAW 2026: Harga, Jadwal dan Cara Beli

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Evaluasi Dua Tahun Prabowo, PKS Kritis Soroti Mahalnya Daging, Pemotongan TKD, dan Tata Kelola MBG

Berita Terbaru

Headline

BNPB: 7.000 Hektar Terdampak Karhutla di Way Kambas

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:20 WIB

Headline

Tiket GJAW 2026: Harga, Jadwal dan Cara Beli

Minggu, 25 Okt 2026 - 15:20 WIB