RRI.CO.ID, Bengkalis – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bestri Datuk Laksemana Bengkalis menggelar seminar operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di medan sulit, Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.
Materi operasi SAR disampaikan oleh Tranpiranto dari Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas). Peserta mendapatkan pemahaman mengenai prosedur pencarian dan penyelamatan, kesiapsiagaan, serta pentingnya memperhatikan keselamatan saat melakukan penyelamatan di medan yang memiliki tantangan tersendiri.
Ketua Pelaksana Ririn Ramadhani berharap seminar ini tidak hanya menambah ilmu, namun juga memberikan pengalaman bermanfaat bagi mahasiswa.
“Tentunya kami mengajak peserta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat,” kata Ririn.
Wakil Rektor III IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Haris Riyadi menyampaikan pentingnya pendidikan kebencanaan di tengah berbagai permasalahan lingkungan yang sedang terjadi.
“Kami mengingatkan siswa untuk tidak menganggap remeh tindakan kecil yang berpotensi merusak alam atau membahayakan keselamatan,” kata Haris.
Melalui kegiatan ini, Mapala Bestari berharap para pelajar semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana dan memiliki kepedulian untuk membantu masyarakat. Pengetahuan tentang operasi SAR diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan secara bertanggung jawab dan mengutamakan keselamatan.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














