BMKG Waspada Potensi Banjir Rob di NTB hingga 2 November 2026

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan berjalan menuju perahu yang tertambat di pesisir pantai Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/7/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama

Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat akan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 24 Oktober hingga 2 November 2026. Ancaman tersebut terkait dengan pasang maksimum air laut yang berpotensi menggenangi wilayah pesisir.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Tri Widiarto mengatakan, potensi banjir rob meliputi wilayah pesisir Pulau Lombok, Sumbawa, dan Bima. Ketinggian air pasang maksimum diperkirakan mencapai dua meter.

Ketinggian air pasang maksimal mencapai dua meter, katanya di Mataram, dilansir Antara, Jumat, 23 Oktober 2026.

Di Pulau Lombok, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Ampenan, Sekarbela, Gerung, Selamat, Selamat, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Sedangkan wilayah di Pulau Sumbawa yang perlu diwaspadai banjir rob antara lain Sumbawa, Rhee, dan Labuhan Badas.

Potensi serupa juga terdapat di sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota Bima. Daerah tersebut antara lain Palibelo, Belo, Woha, Bolo, Lambu, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

Tri menjelaskan, waktu pasang laut di setiap daerah berbeda-beda. Di Lembar, air pasang diperkirakan terjadi pada pukul 21.00-02.00 WITA, sedangkan di Sape terjadi sekitar pukul 22.00-05.00 WITA.

“Waktu pasang surut di Selamat pukul 21.00-02.00 WITA, sedangkan di Sape pukul 22.00-05.00 WITA,” kata Tri.

Selain potensi pasang surut yang maksimal, kondisi perairan NTB juga perlu diperhatikan. BMKG mencatat tinggi gelombang laut di wilayah tersebut berkisar antara 0,5 hingga empat meter, dengan kondisi cuaca cerah, berawan, hingga hujan ringan.

Tri mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan akibat air pasang maksimum yang bisa memicu banjir rob.

“Warga harus selalu waspada terhadap air pasang maksimum yang berpotensi menjadi banjir rob,” ujarnya.


Ilustrasi-Bulan Purnama. (NASA/MI)

Potensi banjir rob pada periode ini juga terkait dengan sejumlah fenomena astronomi di akhir Oktober 2026. Fase Bulan Purnama pada 26 Oktober dan fenomena tersebut perigee pada tanggal 29 Oktober diperkirakan berkontribusi terhadap peningkatan tinggi pasang maksimum air laut.

Fase bulan purnama diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.53 WIB dengan posisi tertinggi pada pukul 23.58 WIB. Pada fase ini posisi Matahari, Bumi, dan Bulan hampir sejajar sehingga rentang pasang surut air laut menjadi lebih besar.

Selanjutnya pada 29 Oktober 2026, Bulan diperkirakan berada pada jarak sekitar 364.407 kilometer dari Bumi. Gejala perigeeyakni posisi Bulan yang relatif paling dekat dengan Bumi, dapat memperkuat pengaruh gravitasi Bulan terhadap pasang surut air laut.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Alasan Unik Eiichiro Oda Dilarang Mencoba Game Grand Gourmet Terbaru One Piece
Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 24 Oktober 2026, Medan dan Tanjung Selor Potensi Hujan Lebat
Mendagri: Pemda Tetap Dapat Bantuan Dana Apresiasi TA 2027 — Batam Hari Ini
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Hilirisasi Dipercepat, Realisasi Investasi Capai Rp1.010 Triliun
Update kasus Ruben Onsu dan Sarwendah, hak asuh menjadi wanprestasi
Andre Rosiade: MBG masih dibutuhkan di daerah, jangan dievaluasi hanya karena banyak yang menolak di Jakarta
Sulut Panen Program Pendidikan Prabowo dalam Dua Tahun, dari Revitalisasi hingga Fakultas Kedokteran – Info Luwu Timur
Meski menduduki peringkat teratas survei, nasib Anies di Pilpres 2029 akan ditentukan oleh dua faktor ini.
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Alasan Unik Eiichiro Oda Dilarang Mencoba Game Grand Gourmet Terbaru One Piece

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 24 Oktober 2026, Medan dan Tanjung Selor Potensi Hujan Lebat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Mendagri: Pemda Tetap Dapat Bantuan Dana Apresiasi TA 2027 — Batam Hari Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:00 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Hilirisasi Dipercepat, Realisasi Investasi Capai Rp1.010 Triliun

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:40 WIB

BMKG Waspada Potensi Banjir Rob di NTB hingga 2 November 2026

Berita Terbaru

Headline

BMKG Waspada Potensi Banjir Rob di NTB hingga 2 November 2026

Sabtu, 24 Okt 2026 - 09:40 WIB