Hanuang.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat empat gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur pada Jumat (23/10/2026). Gempa tersebut tersebar di Maluku Tengah, Kepulauan Aru, Kaimana, Papua Barat, hingga wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
Berdasarkan informasi BMKG, kekuatan gempa yang tercatat berkisar antara 3,4 hingga 3,8 SR. Episentrum gempa berada pada kedalaman 10 hingga 83 kilometer.
Gempa dengan kekuatan terbesar salah satunya terjadi di wilayah timur laut Maluku Tengah pada pukul 12.28.14 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 3,8 dengan koordinat 2,72 Lintang Selatan (LS) dan 129,60 Bujur Timur (BT).
BMKG menyebutkan pusat gempa berada sekitar 96 kilometer timur laut Maluku Tengah dengan kedalaman 21 kilometer.
Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 3,6 tercatat mengguncang wilayah barat laut Kepulauan Aru, Maluku, pada pukul 08.54.11 WIB. Gempa bumi terjadi pada koordinat 5.37 Lintang Selatan dan 134.00 Bujur Timur, sekitar 50 kilometer barat laut Kepulauan Aru, dengan kedalaman 71 kilometer.
Sementara wilayah tenggara Kaimana, Papua Barat, dilanda gempa berkekuatan 3,4 magnitudo pada pukul 10.37.25 WIB. Episentrum gempa berada pada koordinat 3,95 Lintang Selatan dan 134,04 Bujur Timur atau sekitar 47 kilometer tenggara Kaimana, dengan kedalaman relatif dangkal yakni 10 kilometer.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,4 kembali terjadi pada pukul 23.07.02 WIB di wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Gempa bumi berpusat pada koordinat 5.11 Lintang Utara (Utara) dan 126.37 Bujur Timur, sekitar 87 kilometer barat laut Pulau Karatung, dengan kedalaman 83 kilometer.
Dalam setiap laporan gempa yang disampaikan melalui akun resmi X, BMKG menegaskan bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat.
Oleh karena itu, hasil pengolahan data awal mungkin masih mengalami perubahan seiring bertambahnya data dan terjadi proses analisis selanjutnya.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti perkembangan informasi gempa melalui saluran resmi BMKG.
Informasi mengenai kekuatan, lokasi, dan kedalaman gempa menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat memahami aktivitas seismik di wilayahnya masing-masing.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan informasi dari sumber resmi dan tidak menyebarkan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya. (Arya)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














