Prabowo mengakui kekurangan program MBG dan meminta pelanggarnya dipecat

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

tirto.id – Presiden Prabowo Subianto terang-terangan mengakui banyak kekurangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas dan memecat pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Sikap tegas tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Prabowo menegaskan, pemerintah tidak segan-segan mendisiplinkan siapa pun yang mencoreng program prioritas ini.

“Kami akui banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Tiga belas orang ditetapkan sebagai tersangka, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung, 353 orang diberhentikan tidak hormat, 2.600 orang diperiksa Inspektorat BGN dalam prosesnya. Jangan ragu, pecat, bersihkan hingga tuntas,” kata Prabowo seperti ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat. (23/10/2026).

Prabowo mengungkapkan, penegakan hukum dan pengendalian terhadap aparat pelaksana MBG telah berlangsung secara masif.

Dari hasil pengawasan yang dilakukan, ratusan pegawai telah dikenakan sanksi pemberhentian tidak hormat (PTDH), puluhan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan ribuan lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Kejaksaan Agung dan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).

Prabowo juga mengingatkan seluruh anggota kabinet bahwa program MBG menyangkut kehidupan dan masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, integritas pendistribusiannya tidak boleh terkompromikan dengan adanya penyimpangan di lapangan.

MBG itu strategis, MBG itu vital, kata Prabowo. “MBG itu strategis dan sangat penting bagi masa depan anak-anak kita.”

Di akhir pengarahannya, Presiden Prabowo meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk membuang keraguan, membuang rasa rendah diri, dan memperkuat soliditas kerja tim guna mengatasi berbagai kelemahan implementasi di lapangan.

tirto.id – Berita Kilat

Wartawan : Mochammad Fajar Nur
Pengarang : Mochammad Fajar Nur
Redaktur: Fadrik Aziz Firdausi


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Update Indonesia – Volume XX, No.10 – Oktober 2026 (Versi Bahasa Inggris)
Akademisi Minta Meta Bertanggung Jawab atas Dugaan Pembatasan Konten Karhutla
Rieke Diah Soroti Implementasi Kebijakan Prabowo yang Belum Optimal
Menyusul Prancis, Austria Demonstrasi Menentang Pemotongan Anggaran Pendidikan
Temui Nite Live Malam Ini Ulasan Perkembangan AI dan Masalah Terbaru
Pastikan Menu MBG Bergizi, SPPG Pleburan Libatkan Ahli Gizi dan Chef
Riset MDDRH: Viralisasi Prestasi Prabowo-Gibran Tak Berhasil
‎Refleksi 2 Tahun Prabowo-Gibran, PMII Mamuju Demo di Simpang Lima Bawa 15 Tuntutan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Update Indonesia – Volume XX, No.10 – Oktober 2026 (Versi Bahasa Inggris)

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Akademisi Minta Meta Bertanggung Jawab atas Dugaan Pembatasan Konten Karhutla

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Rieke Diah Soroti Implementasi Kebijakan Prabowo yang Belum Optimal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Menyusul Prancis, Austria Demonstrasi Menentang Pemotongan Anggaran Pendidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Prabowo mengakui kekurangan program MBG dan meminta pelanggarnya dipecat

Berita Terbaru