Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 09.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di kawasan tersebut mencapai 174. Polutan utama berupa partikel halus PM2.5 tercatat memiliki konsentrasi antara 88,2 hingga 91,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut melebihi standar batas aman harian dari WHO yang hampir enam kali lipat dari ambang batas 15 µg/m³.
Kondisi tersebut memaksa sejumlah pengendara sepeda motor, khususnya di sepanjang Jalan Bukit Barisan, harus mengencangkan jaket dan menggunakan masker untuk menghindari tebalnya udara. Partikel mikroskopis berukuran di bawah 2,5 mikrometer ini menimbulkan ancaman serius karena mampu menyusup langsung ke rongga paru-paru dan aliran darah.
Di sisi lain, prakiraan cuaca menunjukkan potensi cuaca ekstrem membentang di beberapa wilayah Riau, antara lain Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Kota Dumai, hingga Pekanbaru.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan meningkatkan kehati-hatian di jalan raya, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang,” jelas BMKG Prakirawan dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan, hujan deras tidak serta merta menghanyutkan bahan beracun di udara. Meski berpotensi hujan, namun jangan langsung berasumsi bahwa kualitas udara sudah kembali normal sepenuhnya. Perubahan kualitas udara harus terus dipantau secara berkala melalui instrumen data resmi, imbuhnya.
Menanggapi tingginya polusi, praktisi kesehatan merekomendasikan perlindungan ekstra, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma atau gangguan jantung. Aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya diminimalkan hingga udara kembali bersih.
“Ketika indeks udara masuk kategori tidak sehat, tunda dulu olahraga di luar ruangan. Kalaupun ada keperluan mendesak di luar, pastikan selalu memakai masker respirator standar seperti N95,” jelas dokter spesialis paru.
Sebagai tindakan pencegahan tambahan di rumah, penghuni disarankan untuk menutup rapat semua celah ventilasi dan pintu, serta mengoperasikan filter udara jika tersedia. Keluhan fisik seperti batuk tiada henti, sakit tenggorokan, atau sesak di dada harus segera ditangani dengan mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. ***
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














