Bersiap Hadapi Topan Champi, Taiwan Hentikan Aktivitas di Semua Wilayah

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TAIWAN (Lentera) – Topan Champi diperkirakan membawa angin kencang dan hujan lebat masih berpotensi menerjang Taiwan secara langsung. Menghadapi badai tersebut, hampir seluruh Taiwan menghentikan aktivitasnya pada Jumat (23/10/2026).

Menurut Central Weather Administration (CWA) Taiwan, Topan Champi – yang mencapai kategori topan super dan menjadi salah satu badai terkuat di Pasifik tahun ini – masih membawa hembusan angin dengan kecepatan sekitar 191 km/jam di dekat pusatnya.

Badai itu terjadi sekitar 320 km sebelah timur ujung selatan Taiwan. Berdasarkan prakiraan, badai ini akan melintas di lepas pantai timur laut Taiwan, berbelok ke utara menuju pantai Tiongkok, dan akhirnya bergerak menuju Jepang bagian selatan.

Akibat badai tersebut, satu orang di Taiwan dilaporkan tewas dan 94 lainnya luka-luka. Pemerintah setempat mengatakan hampir 1.300 orang telah dievakuasi dari wilayah pegunungan tersebut.

Peramal cuaca CWA Liu Pei-teng, menurut Reuters, mengatakan kemungkinan badai menghantam daratan tidak dapat dikesampingkan jika badai “berhenti, berbalik, atau bergerak tidak menentu” saat mendekati Taiwan.

Radius angin badai ini cukup luas, termasuk salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, kata Liu.

Ia juga mengatakan jika pergerakan badai melambat, angin kencang akan berdampak lebih lama di Taiwan.

Sementara itu, peramal cuaca di Taiwan menyatakan radius badai mencapai sekitar 320 km (200 mil) yang mencakup sebagian besar wilayah Taiwan. Pakar cuaca memperkirakan dampaknya bisa berlangsung hampir dua hari.

Taiwan secara umum sangat siap menghadapi topan, sehingga jumlah korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin. Meski lebih sering terjadi pada musim panas, badai semacam ini juga bisa melanda pada musim gugur.

Topan tersebut diperkirakan akan melewati Yonaguni, pulau berpenghuni paling barat di Jepang yang termasuk dalam Prefektur Okinawa.

Redaktur: Lutfiyu Handi

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Evident Institute Rilis Hasil Kajian Komunikasi Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun
Kejari Jember Tahan Mantan Sekretaris DPRD
Terungkap dalam persidangan Dokter Tifa, Dian Sandi meminta maaf kepada Jokowi terkait…
PUPR Mimika Mulai Perbaiki Jalan Hasanuddin, Ini Tahap Awal
Undang-Undang dan Sanksi Lalu Lintas Terbaru
3 Prediksi Harga Besar: Bitcoin, Ethereum, Ripple – BTC, ETH, dan XRP Pulih karena level support utama membatasi aksi jual baru-baru ini
Belum genap seminggu keluar penjara, pria 44 tahun kembali ditangkap polisi – Obormotindok.co.id
Proses Hukum Suket Gibran: Bersih-bersih Tudingan Operasi Politik Jokowi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Evident Institute Rilis Hasil Kajian Komunikasi Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kejari Jember Tahan Mantan Sekretaris DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Terungkap dalam persidangan Dokter Tifa, Dian Sandi meminta maaf kepada Jokowi terkait…

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

PUPR Mimika Mulai Perbaiki Jalan Hasanuddin, Ini Tahap Awal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Undang-Undang dan Sanksi Lalu Lintas Terbaru

Berita Terbaru

Headline

Kejari Jember Tahan Mantan Sekretaris DPRD

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:01 WIB

Headline

PUPR Mimika Mulai Perbaiki Jalan Hasanuddin, Ini Tahap Awal

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:21 WIB

Headline

Undang-Undang dan Sanksi Lalu Lintas Terbaru

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:00 WIB