Atasi Karhutla di Papua Selatan, Lanud JA Dimara Bersama BNPB dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Metro Merauke – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) JA Dimara bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menggelar Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Lanud JA Dimara, Merauke, Kamis (22/10/2026).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya percepatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Selatan.

​Sebagai langkah awal, dalam operasi tersebut dilakukan satu kali penerbangan penyemaian awan di udara menggunakan pesawat PK-SCG milik PT Smart Cakrawala Aviation, mengangkut bahan penyemaian natrium klorida (NaCl).

Penerapan rekayasa cuaca didasarkan pada hasil analisis dinamika kondisi atmosfer, potensi pertumbuhan awan konvektif, serta pemetaan sebaran titik panas di wilayah sasaran.

​Berdasarkan data pantauan terkini BMKG, tercatat ada 839 titik api di Papua Selatan.

​Kondisi cuaca ekstrim yang cenderung kering dan tidak adanya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan utama di lapangan. Oleh karena itu, tim memprioritaskan penyemaian di wilayah yang memiliki peluang pertumbuhan cloud optimal dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan penerbangan.

​Komandan Lanud JA Dimara melalui Kepala Disops Lanud JA Dimara Letkol Pas Subhan, M.Han., menegaskan keterlibatan penuh TNI AU dalam OMC merupakan wujud komitmen nyata dalam memperkuat sinergi lintas instansi.

“Dukungan TNI AU dalam operasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam memperkuat kolaborasi antar instansi untuk mengatasi bencana karhutla, sekaligus menjaga ekosistem masyarakat dan lingkungan dari dampak negatif kebakaran,” tegas Letkol Pas Subhan, Kamis (22/10/2026).

​Pada kesempatan yang sama, Koordinator Lapangan Penerbangan PT Smart Cakrawala, Fais Ramadhan menjelaskan, jadwal penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca rencananya akan berlangsung pada tanggal 22 hingga 26 Oktober 2026. Penentuan waktu lepas landas setiap harinya akan disesuaikan secara fleksibel dengan hasil pemantauan dinamika atmosfer.

​Koordinasi yang solid antar pihak, kesiapan armada udara, dan ketersediaan pasokan bibit menjadi kunci utama optimalisasi efektivitas operasi ini, kata Fais.

​Melalui sinergi yang erat antara TNI AU, BNPB, BMKG, dan PT Smart Cakrawala Aviation, Operasi Modifikasi Cuaca ini diharapkan dapat memicu hujan buatan untuk menekan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan. (Nuryani)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas
BMKG memprakirakan hujan berawan hingga ringan untuk Tanjungpinang dan Bintan hari ini
Soal Video Viral TikTok Akun @GABUSVIRAL27, Begini Tanggapan KUD Kuala Tunak
Dugaan Keracunan MBG Indramayu, BGN: Ada di 2 Wilayah
B50: Capaian Nyata 2 Tahun Prabowo-Gibran Menuju Swasembada Energi, Tantangan Masih ke Depan
Ratusan Warga di Air Tangsel Keracunan
Peta Kekuatan Klasemen Terbaru: Persija Teguh di Puncak, Trabzonspor Pramuka Eropa, dan Drama Poin Veda Ega
Dua Tahun Memimpin Indonesia, Prabowo: Saya bangga jadi presiden kalian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:00 WIB

BMKG memprakirakan hujan berawan hingga ringan untuk Tanjungpinang dan Bintan hari ini

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Soal Video Viral TikTok Akun @GABUSVIRAL27, Begini Tanggapan KUD Kuala Tunak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:20 WIB

Dugaan Keracunan MBG Indramayu, BGN: Ada di 2 Wilayah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Atasi Karhutla di Papua Selatan, Lanud JA Dimara Bersama BNPB dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru

Headline

Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:20 WIB

Headline

Dugaan Keracunan MBG Indramayu, BGN: Ada di 2 Wilayah

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:20 WIB