Saat videonya menjadi viral. Dari situlah tawaran datang bertubi-tubi, mulai dari Trans TV, Brownis, hingga program lainnya.
Di balik viralnya Zaki, ada cara unik Abbas menjaga mental anaknya agar tidak terbebani. Baginya, konten adalah latihan, latihan adalah konten. Dia tidak pernah memaksakannya.
“Namanya anak kecil, aku juga tidak bisa memaksanya. Lihat suasana hatinya juga,” ucapnya.
Setiap kali Zaki berhasil melakukan suatu trik, Abbas selalu memberikan apresiasi kecil melalui sistem poin. Satu trik bernilai 2 poin. Jika 30 poin terkumpul, Zaki bisa meminta hadiah.
“Mau apa kalau dapat 30 poin? Kali ini dia sudah 28. Dia mau berenang ke Central Park Zoo. Jadi dia kejar 2 lagi,” ucapnya.
Abbas juga sering ditanya kenapa Zaki tidak masuk SSB. Jawabannya tegas, ia ingin Zaki berada di lintasan gaya bebas yang juga memiliki federasi dunia dan kejuaraan internasional.
Inspirasinya adalah temannya dari Malaysia, Azim Ahmad, seorang freestyler cilik yang kini menjadi Atlet Red Bull.
Jadi kita terus buktikan kalau sepak bola bukan sekedar sepak bola lho. Anak-anak bahagia juga bisa meraih prestasi dari gaya bebas, ujarnya.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














