Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memunculkan spekulasi mengenai sosok yang berpotensi menggantikan putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut.
Di tengah perbincangan, pegiat media sosial Jhon Sitorus menyebut dua nama yang menurutnya mulai bermunculan, yakni Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Yang menarik dari isu pemakzulan Wapres Gibran adalah ada dua nama pengganti yang semakin mengerucut, yakni Puan Maharani dan AHY, kata Jhon di akun X, dikutip Kamis (22/10/2026).
Baca juga: PSI: Gibran Makin Diserang, Posisinya Makin Atas
Menurut Jhon, kedua tokoh tersebut memiliki posisi politik yang berbeda dalam skenario pergantian wakil presiden. Puan dikaitkan dengan posisi tawar PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sedangkan AHY dinilai mendapat dukungan dari sejumlah kelompok politik kritis dan generasi muda.
Jhon mengatakan, nama Puan sebenarnya sudah lama muncul dalam pembahasan kemungkinan pergantian wakil presiden. Ia yakin posisi politik Prabowo akan semakin kuat jika ia bisa berdampingan dengan Puan yang saat ini menjabat Ketua DPR RI dan salah satu tokoh utama PDIP.
Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini memiliki basis politik dan kekuatan di parlemen yang menjadi faktor penting dalam dinamika hubungan pemerintah dan DPR. Oleh karena itu, menurut Jhon, posisi Puan mempunyai arti tersendiri dalam perhitungan politik di tingkat nasional.
Selain Puan, Jhon juga menyoroti AHY. Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, AHY berada di lingkaran pemerintahan sekaligus membawa partainya masuk dalam dinamika koalisi politik nasional.
Baca Juga: Nasehat Said Didu Sentil Luhut Soal Korupsi: Kalau Presiden Ikuti Artinya…
Jhon menilai dukungan terhadap AHY tidak hanya datang dari kelompok politik, tapi juga dari berbagai kalangan, terutama kelompok muda yang kritis.
Namun penyebutan Puan dan AHY masih merupakan penilaian politik Jhon Sitorus, bukan kepastian calon pengganti wakil presiden. Apalagi, polemik pemakzulan Gibran selama ini hanya sebatas wacana yang digaungkan sejumlah pihak.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














