Minggu 27-09-2026,07:05 WIB
Reporter:
Farros Zaidaan Albaqi Peristiw|
Editor:
Laela Nurchayati
UPDATE Dapur SPPG/SPPG yang dekat dengan tempat pengelolaan sampah di Desa Sambongrejo Tunjungan. – diswayjateng/Farros —
BLORA, diswayjateng.id – Keberadaan tempat pengelolaan barang bekas atau limbah yang terletak di bagian dapur Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten BLORA, menjadi perhatian dalam aspek kebersihan lingkungan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita meminta aktivitas di tempat itu dihentikan atau ditutup. Menurutnya, keberadaan tempat pengelolaan sampah yang dekat dengan dapur dapat meningkatkan risiko higiene dan sanitasi pengolahan makanan.
Artika mengungkapkan, lokasi tersebut sudah diperiksa saat pihaknya meninjau dapur SPPG pada Juni 2026.
“Kami berharap atau memberikan saran kepada mitra untuk menutup tempat pembuangan sampah tersebut,” kata Artika, Sabtu (26/9/2026).
BACA JUGA: Keluar SPBU, Pickup Tabrak Sepeda Motor di Bener Purworejo, Kedua Kendaraan Terbakar
BACA JUGA: Ansor Kebumen Bidik Sampah Jadi Ladang Ekonomi, Zaeni Miftah Dorong Kader Garap Peluang Usaha
Ia menjelaskan, jika tempat tersebut sudah tidak digunakan lagi, maka tidak cukup hanya dengan menghentikan aktivitas. Area bekas pembuangan sampah juga perlu dibersihkan dan disterilkan.
“Walaupun tempat sampah sudah tidak digunakan dan ditutup, namun tetap harus disterilkan. Mengingat tempat sampah bekas masih akan meninggalkan bakteri yang jika dekat dengan dapur rawan kontaminasi,” jelasnya.
Artika menambahkan, kondisi lingkungan sekitar dapur menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemeriksaan kebersihan sanitasi. Hal ini terkait dengan pemenuhan Sertifikat Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bagian dari persyaratan operasional SPPG.
“Iya yang jelas, ketika dapur sudah beroperasi tentu akan meminta izin terkait SLHS (Sertifikat Higiene Sanitasi),” ujarnya.
BACA JUGA: Tegur Sopir Knalpot yang Berisik, Penjual Pentol di Kudus Dihajar
BACA JUGA: Lansia Meninggal dalam Kecelakaan Kereta Api di Persimpangan Sirangkang Petarukan, Korban Terlempar 50 Meter
Bahkan, menurut Artika, keberadaan tempat pengelolaan sampah yang masih aktif di sekitar dapur bisa menjadi kendala saat pemeriksaan.
“Ketika Dinas Kesehatan mengecek ada tempat pembuangan sampah di sekitar dapur, otomatis apa yang terjadi? Tidak lolos,” ujarnya.
Kepala Desa: Tempat Rosok Sudah Didirikan Sebelumnya
Periksa berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber:
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














