KedaiPena.Com – Sidang gugatan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana terhadap keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK) membawa dampak politik yang cukup kuat bagi keluarga Joko Widodo.
Pengamat politik, konsultan, sekaligus pendiri dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro mengatakan, persidangan di Mahkamah Konstitusi berdampak kuat dalam membentuk opini masyarakat.
Isu ini dinilainya merupakan babak ketiga dari rangkaian polemik terkait keluarga Solo.
Episode pertama soal ijazah Pak Jokowi. Episode kedua soal pemakzulan Mas Gibran oleh sekelompok purnawirawan. Dan episode ketiga soal ijazah Mas Gibran itu sendiri, kata Agung di Kompas TV, dilansir Sabtu 26 September 2026.
Agung menilai hal itu merupakan upaya menghilangkan ‘Efek Jokowi’. Sebab saat ini PSI tengah bersiap mengikuti pemilu 2029.
Bahkan, PSI dianggap sebagai “benteng politik” keluarga Solo, sehingga jika pengaruh Jokowi dilucuti maka benteng tersebut diprediksi perlahan akan runtuh.
Agung kembali mengatakan, persoalan ijazah ini masuk dalam kategori gerbang ijazah yang berkaitan dengan legitimasi moral di mata masyarakat.
Karena pendidikan dianggap identik dengan nilai-nilai luhur dan akhlak yang tinggi, maka persoalan ijazah akan membuat persepsi masyarakat terhadap keluarga Solo menjadi kecil, kata Agung.
Hal ini dinilai menyulitkan mereka untuk tampil maksimal di Pemilu 2029, ujarnya.
Laporan: Ranny Supusepa
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














