Syntium Baru Diperkenalkan, Menekankan Pemilihan Oli Sesuai Mesin

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RRI.CO.ID, Jakarta – PETRONAS Lubricants International memperkenalkan seri terbaru PETRONAS Syntium kepada media dan komunitas otomotif pada kegiatan di kawasan Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 26 September 2026 malam. Kegiatan ini dipadukan dengan nonton bareng balapan Formula 1.

Momentum ini digunakan untuk menunjukkan keterhubungan antara pengalaman PETRONAS di dunia motorsport dengan perkembangan teknologi pelumas untuk kendaraan sehari-hari.

Head of Regional Marketing Asia PETRONAS Lubricants International Bruno Reis Bechtlufft mengatakan pengalaman di trek balap memberikan pelajaran bagaimana menghadapi kondisi kerja mesin yang ekstrim.

“Motorsport memberikan kondisi ekstrim seperti RPM tinggi, beban mesin tinggi, temperatur tinggi, serta akselerasi dan deselerasi yang cepat,” kata Bruno.

Menurut Bruno, pembaruan PETRONAS Syntium mencakup sejumlah aspek, mulai dari nilai merek, identitas visual, kemasan, portofolio produk, hingga teknologi. Pengembangan ini diarahkan untuk mengikuti perubahan teknologi mesin dan kebutuhan pengemudi.

Kondisinya berbeda dengan penggunaan sehari-hari, namun prinsipnya sama yaitu mesin membutuhkan pelumas yang sesuai dengan kebutuhan dan cara penggunaan kendaraan, ujarnya.

Seri terbarunya meliputi PETRONAS Syntium SUPREME dan PETRONAS Syntium PRIME dengan karakteristik penggunaan yang berbeda.

SUPREME menargetkan kendaraan yang memerlukan teknologi canggih, kinerja, dan kepatuhan terhadap spesifikasi OEM yang relevan. Sedangkan PRIME ditujukan untuk kebutuhan performa dan perlindungan mesin yang andal dalam penggunaan sehari-hari.

Perbedaan tersebut bukan berarti konsumen dapat menentukan suatu produk hanya berdasarkan usia kendaraan. Acuan utamanya tetap pada persyaratan teknis mesin dan rekomendasi dari produsen kendaraan, jelas Bruno.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah PETRONAS Syntium SUPREME GLV-2. Pelumas ini dikembangkan untuk mesin yang memerlukan viskositas rendah, terutama pada pengembangan mesin yang semakin kompak dan efisien serta memiliki kebutuhan pelumas yang lebih spesifik.

Produk tersebut mengusung spesifikasi API SQ dan JASO GLV-2. (PETRONAS Global⁠). Ditegaskannya, dengan adanya spesifikasi tersebut bukan berarti produk tersebut bisa digunakan di semua mobil Jepang.

“Pemilihan oli mesin harus selalu mengikuti kekentalan dan spesifikasi kendaraan yang dianjurkan pabrikan. Jadi, tidak bisa digeneralisasikan hanya berdasarkan negara asal kendaraan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan klaim peningkatan efisiensi bahan bakar hingga 19 persen pada aplikasi dan kondisi pengujian tertentu. Bruno menjelaskan, angka tersebut bukan merupakan gambaran penghematan yang diperoleh setiap kendaraan secara otomatis.

Dalam keterangan produk, klaim hingga 19 persen dibandingkan API SQ atau ILSAC GF-7 didasarkan pada uji lapangan dengan kondisi penggunaan tertentu hingga 12 ribu kilometer.

Ia juga mengoreksi anggapan bahwa oli dengan tingkat kekentalan lebih rendah otomatis memberikan perlindungan lebih rendah. Menurutnya, penilaian terhadap pelumas harus mempertimbangkan keseluruhan spesifikasi dan pengujian yang dibutuhkan mesin.

Viskositas tidak boleh dilihat secara terpisah. Yang penting apakah pelumas tersebut direkayasa dan diuji untuk memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan mesin, kata Bruno.

Melalui tema “Engineered for Champions”, PETRONAS juga memperluas makna juara tidak hanya kepada pembalap yang meraih podium. Antusiasme ini mencakup para mekanik, pemilik bengkel, bahkan pengemudi yang berupaya menjaga kendaraannya tetap tampil maksimal.

Oleh karena itu, konsumen diingatkan untuk tidak menjadikan merek, harga, atau kekentalan sebagai satu-satunya pertimbangan dalam memilih oli mesin. Panduan kendaraan, rekomendasi viskositas, spesifikasi kinerja, dan persyaratan OEM perlu diperiksa terlebih dahulu.

“Jangan hanya melihat merek, harga, atau kekentalan saja. Konsumen sebaiknya mengecek buku manual pemilik, kekentalan yang direkomendasikan, spesifikasi performa, dan persyaratan OEM yang berlaku,” ujarnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bareskrim Polri Selidiki Kasus Kecelakaan Kerja Pekerja MBG di Langkat
Petualangan Beruang Super: 5 Area Rahasia Tersembunyi di Update 13.0.5 yang Belum Terungkap
Minecraft: Bocoran Dimensi Sift Terbaru, Resmi Rilis Tahun 2027!
PPP Siapkan P3MUDA Jadi Ujung Tombak Pemilu 2029 — Batam Hari Ini
BMKG Ungkap Cuaca 28 September 2026: Daerah Ini Berpotensi Hujan dan Angin Kencang
Jokowi Pamer KTA PSI di Depan Kader Bandung, Ini Isi Kartunya — BaliNews.id
Bupati Sidoarjo Tinjau RTLH dan Serahkan Kursi Roda di Buduran
Jokowi ‘Lepaskan’ Gibran: Masalah Ijazahnya Digugat, Itu Urusannya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 05:34 WIB

Bareskrim Polri Selidiki Kasus Kecelakaan Kerja Pekerja MBG di Langkat

Senin, 28 September 2026 - 05:17 WIB

Petualangan Beruang Super: 5 Area Rahasia Tersembunyi di Update 13.0.5 yang Belum Terungkap

Senin, 28 September 2026 - 04:51 WIB

Minecraft: Bocoran Dimensi Sift Terbaru, Resmi Rilis Tahun 2027!

Senin, 28 September 2026 - 04:34 WIB

PPP Siapkan P3MUDA Jadi Ujung Tombak Pemilu 2029 — Batam Hari Ini

Senin, 28 September 2026 - 04:17 WIB

BMKG Ungkap Cuaca 28 September 2026: Daerah Ini Berpotensi Hujan dan Angin Kencang

Berita Terbaru