BMKG memperkirakan awal musim hujan di Indonesia akan bergeser akibat menguatnya fenomena El Nino, sedangkan wilayah rawan karhutla akan mulai diguyur hujan pada Oktober 2026.
Jakarta, MulaiBerita – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan datangnya musim hujan di Indonesia tahun ini akan tertunda dari jadwal biasanya karena pengaruh dominan fenomena iklim global.
Fenomena El Nino yang saat ini berada pada fase intensitas tinggi memicu perubahan pola sirkulasi udara dan menghambat pertumbuhan awan hujan di nusantara.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memberikan penjelasan terkait dinamika suasana usai menghadiri pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Mengenai datangnya musim hujan, karena ini juga salah satu upaya kita berharap musim hujan segera datang, tapi karena El Nino sekarang posisinya sangat kuat, fasenya maka musim hujan di Indonesia akan sedikit tertunda, kata Teuku Faisal Fathani.
Pergeseran waktu datangnya curah hujan ini berdampak langsung pada penanganan wilayah yang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sejumlah provinsi rawan karhutla dijadwalkan memasuki masa transisi musim hujan secara bertahap mulai awal kuartal keempat tahun ini.
Teuku Faisal Fathani merinci wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan akan mulai diguyur hujan pada Oktober 2026.
Sementara wilayah Indonesia lainnya diperkirakan akan memasuki musim hujan merata pada bulan November hingga Desember 2026.
Wartawan: Pak
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














