Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan aplikasi pemeringkatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan evaluasi kualitas pelayanan di Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui aplikasi pemeringkatan MBG, kepala sekolah dan guru diberikan akses untuk memberikan penilaian langsung terhadap layanan dapur MBG yang melayani satuan pendidikannya. Penilaiannya mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari ketepatan waktu pendistribusian hingga kesesuaian dan kualitas menu yang diterima siswa.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny menjelaskan, keterlibatan aktif sekolah merupakan elemen penting dalam membangun sistem pengawasan yang responsif. Menurutnya, sekolah tidak hanya sekedar penerima manfaat, namun juga mempunyai peran strategis dalam memberikan evaluasi berdasarkan fakta di lapangan.
“Melalui aplikasi pemeringkatan MBG, kami ingin memastikan suara sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan. Kepala sekolah dan guru selanjutnya dapat memberikan penilaian sekaligus menyertakan catatan jika ada layanan yang kurang sesuai,” kata Tysa di Jakarta, Jumat (25/9).
Tysa menambahkan, masukan-masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi utama bagi BGN untuk memetakan aspek layanan mana saja yang perlu segera diperbaiki.
Mekanisme Penilaian Bintang 1-5
Dari segi teknis penggunaan, sekolah dapat memberikan penilaian dengan menggunakan skala bintang 1 sampai 5. Selain skor numerik, tersedia kolom catatan untuk merinci aspek layanan yang dinilai. Mekanisme ini diharapkan mampu memberikan gambaran terukur mengenai kualitas layanan SPPG dan membantu BGN mengidentifikasi permasalahan yang memerlukan tindak lanjut secara cepat.
Selain aplikasi pemeringkatan, BGN juga menyediakan saluran pelaporan dan pemantauan tambahan. Apabila ditemukan pelayanan yang kurang sesuai dan belum diperbaiki, pihak sekolah dapat menyampaikan laporan melalui saluran ini dengan memberikan tembusan langsung kepada BGN.
“Dengan salinan ini, informasi dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat,” tambahnya.
Penguatan mekanisme feedback ini merupakan upaya BGN dalam membangun tata kelola program MBG yang transparan dan partisipatif. Dengan mengintegrasikan sistem digital dan keterlibatan langsung sekolah, BGN berharap pengawasan tidak hanya bersifat administratif, namun juga mampu menangkap secara akurat kondisi nyata distribusi gizi di lapangan. (Semut/D-3)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














