Sambil membawa gayung hingga galon, warga Perum Tambora Lamongan berdemonstrasi menuntut kelancaran air PDAM

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lamongan, (afederasi.com) – Puluhan warga Perumahan Tambora, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan menggelar aksi protes terkait kurang memadainya distribusi air bersih dari Perusahaan Air Minum Umum Daerah (PDAM).

Aksi demonstrasi yang didominasi ibu-ibu ini terbilang unik. Para peserta aksi membawa berbagai perlengkapan mandi seperti ember, gayung, dan handuk sebagai simbol kekecewaan atas krisis air yang melanda permukiman mereka.

Koordinator Aksi Nusa Indah menegaskan, warga menuntut aliran air PDAM segera lancar terdistribusi. Menurut dia, meski masa uji coba distribusi air sudah berjalan dua bulan, namun mayoritas warga masih kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami minta pihak pengembang dulu mencari solusi ke PDAM. Masa uji coba sudah berjalan 2 bulan tapi airnya belum bisa dirasakan,” kata Nusa Indah di lokasi aksi, Sabtu (26/9/2026) sore.

Selain menuntut kelancaran aliran air, massa aksi juga mendesak keterbukaan informasi terkait dana pemasangan sambungan rumah yang sebelumnya telah dibayarkan kepada pengembang perumahan.

“Di sini kami juga meminta transparansi anggaran, dari pihak perumahan dan PDAM. Uang yang kami setorkan ke mana,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PDAM Lamongan Muhammad Syahril Majidi menjelaskan permasalahan distribusi air di Komplek Perumahan Tambora dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis yang saling berkaitan.

Syahril mengatakan, selain karena elevasi atau dataran tinggi di kawasan pemukiman, permasalahan tersebut juga dipicu oleh kejadian putusnya kabel booster utama milik PT Air Bersih (PTAB) Jawa Timur di Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto. Hal ini mengakibatkan berkurangnya tekanan pasokan air ke wilayah pelanggan.

Ia juga menegaskan, status aliran air di Perumahan Tambora saat ini masih dalam masa percobaan atau uji coba selama tiga bulan.

“Di Tambora kita belum perhitungkan, masih ada masa uji coba yang biasanya sampai 3 bulan. Masa uji coba ini dilakukan untuk mengetahui apa saja kekurangannya saat pendistribusian. Karena karakter tiap daerah berbeda-beda sehingga penanganannya tidak bisa sama,” jelas Syahril.

Sebagai langkah perbaikan, PDAM menyatakan telah menyiapkan rekayasa distribusi air. Selain itu, PDAM juga berencana membangun tandon air baru berkapasitas 60 meter kubik atau 6.000 liter untuk menjamin ketersediaan air bagi warga Perum Tambora. (yang)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Akhir Pekan Sangihe Berawan, BMKG Ingatkan Waspada Karhutla
Prabowo Terima Ketua OJK di Hambalang, Bahas Sektor Ekonomi dan Jasa Keuangan
Isu Ijazah Gibran Bikin Heboh, Keretakan Prabowo dan Jokowi Mulai Tercium?
BMKG Jambi Ungkap Prediksi Awal Musim Hujan
Menu MBG Disorot, Orang Tua Dorong Variasi Protein Hewani Tak Hanya Ayam dan Telur
“Informasi Terkini tentang Stroke dan Pengobatan Kardiovaskular”
Lebih dari 250 arsitek menerima informasi terkini mengenai tren penerapan AI dalam desain interior.
Pekerja di Ukui Ditangkap Polisi, Edarkan 1,32 Gram Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:51 WIB

Akhir Pekan Sangihe Berawan, BMKG Ingatkan Waspada Karhutla

Sabtu, 26 September 2026 - 20:34 WIB

Sambil membawa gayung hingga galon, warga Perum Tambora Lamongan berdemonstrasi menuntut kelancaran air PDAM

Sabtu, 26 September 2026 - 20:17 WIB

Prabowo Terima Ketua OJK di Hambalang, Bahas Sektor Ekonomi dan Jasa Keuangan

Sabtu, 26 September 2026 - 19:51 WIB

Isu Ijazah Gibran Bikin Heboh, Keretakan Prabowo dan Jokowi Mulai Tercium?

Sabtu, 26 September 2026 - 19:34 WIB

BMKG Jambi Ungkap Prediksi Awal Musim Hujan

Berita Terbaru

Headline

Akhir Pekan Sangihe Berawan, BMKG Ingatkan Waspada Karhutla

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:51 WIB

Headline

BMKG Jambi Ungkap Prediksi Awal Musim Hujan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:34 WIB