Mod Asisten Viral Gunakan Nama Dokter yang Meninggal Agar Pasien Tetap Berobat – MalangTIMES

- Redaksi

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JATIM KALI – Postingan dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika dr Teguh Priyanto, Sp.KK (Sp.DVE) terkait dugaan modus pelayanan pasien yang mengatasnamakan dokter meninggal dunia viral di media sosial. Dalam unggahannya, dr Teguh menjelaskan, masih ada pasien yang tetap datang berobat tanpa mengetahui dokter yang biasa merawatnya telah meninggal dunia.

Ceritanya diungkap Dr Teguh melalui akun Threads miliknya. Ia mengatakan, dokter senior yang dimaksud adalah mendiang dr Agus Sukamto, SpKK yang meninggal dunia pada Juni 2025.

Menurut dr Teguh, pasien yang belum mengetahui kabar duka tersebut tetap datang berpraktik. Namun, pasien justru dilayani oleh asisten dan bukan dokter.

“Ada caranya, dokter kulit senior sudah meninggal, pasiennya tidak tahu. Banyak pasien yang masih mau diperiksa, ketemu asistennya (bukan dokter), asistennya bilang ‘dokternya masih sakit, saya foto kondisi kulitnya lalu saya kirim ke dokter, nanti ambil obatnya, bayar saya’,” tulis dr Teguh.

Dalam unggahan yang sama, dr Teguh menyampaikan bahwa dr Agus merupakan dokter senior yang terkenal di kalangan dokter kulit.

Almarhum dr Agus Sukamto, SpKK senior kami, meninggal dunia pada Juni 2025, tulisnya.

Dokter Teguh pun kembali mengunggah ucapan belasungkawa atas meninggalnya dr Agus yang sebelumnya diunggah ke akun @ika_medica pada 30 Juni 2025.

Dokter Teguh mengaku pasiennya mengetahui hal tersebut. Ia pun mengaku kaget karena masih menemukan postingan di Threads yang menyarankan masyarakat untuk berobat ke dr Agus.

“Iya kebetulan di IG Perdoski gak ada dia (kematiannya), saya baru tahu setelah pasien yang periksa ke saya, saya merasa aneh karena di thread masih ada orang yang menyarankan untuk memeriksakannya baru-baru ini. Saya kaget ternyata dia sudah meninggal 1 tahun yang lalu…artinya banyak yang belum kenal pasiennya…” tulis dr Teguh.

Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari netizen. Salah satunya mengaku baru saja membeli salep eksim di apotek terkait tempat praktik Dr Agus.

“Baru kemarin saya beli salep eksim di apotik dok, informasi dari apoteker dia hanya sakit kanker prostat jadi tidak bisa praktek lagi, ternyata dia sudah meninggal, innalillahi wainnailaihi rajiun,” tulis akun @vania****.

Netizen lain menduga resep atau rekam medis pasien lama digunakan. Namun tudingan tersebut disampaikan oleh pengguna media sosial dan belum terverifikasi.

“Sepertinya apotek mengumpulkan semua resepnya, lalu mengcopy sesuai keluhan pasien yang datang…….Rekam medis pasien almarhum ada di apotek, kemungkinan besar pemiliknya tahu, apoteker dan asisten apoteker bekerja sama menggunakan salinan resep almarhum untuk dijual kembali………,” tulis @rutin****.

Ada pula warganet yang mengaku baru datang ke tempat praktik Dr Agus pada lebaran lalu. Saat itu, ia disebut mendapat informasi bahwa dokter sudah dalam masa pemulihan.

“Saya baru datang ke praktik dokter untuk lebaran kemarin. Kata apoteker, dia baru saja dioperasi sehingga belum bisa praktik. Akhirnya saya diberi salep oleh ibu,” apoteker? “Entah dokternya sudah meninggal sejak tahun lalu,” tulis @nurai****.

Pada kolom percakapan di unggahannya, dr Teguh pun menanggapi tudingan terkait cara pemberian obat kepada pasien.

“Sepertinya tidak pakai resep tapi malah membuat krim berdasarkan riwayat CM pasien kalau tidak sesuai dengan keluhan pasien saat itu, jadi penjaga apotek berperan sebagai dokter,” tulis dr Teguh.

Nama dr Agus Sukamto, SpKK tercatat di sejumlah direktori pelayanan kesehatan di Kota Semarang. Salah satunya mencantumkan praktik dr Agus Sukamto di Jalan Jenderal Sudirman, Semarang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi dari pihak keluarga maupun pihak yang disebutkan dalam unggahan dr Teguh terkait dugaan layanan pasien yang mengatasnamakan mendiang dr Agus Sukamto.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jokowi Kerahkan Anggota Keluarganya di Politik Indonesia: Gibran Tetap Anak Emasnya
Gugatan di Mahkamah Konstitusi: Prabowo diminta mencari 2 calon wakil presiden pengganti Gibran
Dedi Mulyadi Jangan Tergiur Bujukan Jokowi, Nanti Rugi Kalau Mau Maju Bareng Gibran di Pilpres 2029
Prabowo bilang Indonesia akan memproduksi bensin dari batu bara, hal ini yang disampaikan
Viral pencurian rumah kosong di Duri Kepa, polisi menyebut kerugian mencapai Rp 74 juta
DPR Setujui RUU Reforma Agraria Disahkan Menjadi UU
Daftar Film Korea Terbaru Jo In-sung 2026: Dari Spionase hingga Sci-Fi
Dugaan Arsen hingga Penolakan Sekolah, Ini Fakta di Balik Sorotan Keamanan MBG – wwb.co.id
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:34 WIB

Jokowi Kerahkan Anggota Keluarganya di Politik Indonesia: Gibran Tetap Anak Emasnya

Selasa, 22 September 2026 - 14:17 WIB

Gugatan di Mahkamah Konstitusi: Prabowo diminta mencari 2 calon wakil presiden pengganti Gibran

Selasa, 22 September 2026 - 13:51 WIB

Dedi Mulyadi Jangan Tergiur Bujukan Jokowi, Nanti Rugi Kalau Mau Maju Bareng Gibran di Pilpres 2029

Selasa, 22 September 2026 - 13:34 WIB

Prabowo bilang Indonesia akan memproduksi bensin dari batu bara, hal ini yang disampaikan

Selasa, 22 September 2026 - 13:17 WIB

Viral pencurian rumah kosong di Duri Kepa, polisi menyebut kerugian mencapai Rp 74 juta

Berita Terbaru