BMKG Ungkap Penyebab Musim Hujan Jakarta Tertunda Hingga Oktober – Beritabuanaco

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan di DKI Jakarta akan terjadi pada Oktober 2026. Intensitas hujan diperkirakan mencapai puncaknya pada Januari hingga Februari 2027.

Prediksi tersebut disampaikan Sekretaris Utama BMKG Guswanto saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/9/2026).

Musim hujan di Jakarta akan dimulai pada Oktober 2026, dengan puncak intensitas hujan terjadi pada Januari-Februari 2027, kata Guswanto.

Guswanto menjelaskan, ada empat faktor utama yang menentukan datangnya musim hujan di Jakarta. Pertama adalah monsun Asia. Pergerakan angin dari benua Asia yang membawa massa udara lembab ke Indonesia menjadi pemicu awal terjadinya hujan mulai bulan Oktober.

KeduaFenomena El Nino. BMKG mencatat El Nino masih akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Kondisi ini secara umum dapat menurunkan curah hujan, namun dampaknya di Indonesia sangat bergantung pada suhu laut setempat.

El Nino tahun ini akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Meski biasanya menurunkan curah hujan, namun dampaknya di Indonesia bergantung pada kondisi suhu laut setempat. BMKG menilai hujan akan tetap turun meski intensitasnya bisa lebih rendah dari biasanya, jelasnya.

Faktor ketiga adalah Dipol Samudera Hindia (IOD). Saat ini IOD berada pada fase netral yaitu +0,37 sehingga tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan maupun penurunan curah hujan.

“IOD netral artinya tidak ada pengaruh signifikan yang menekan atau memperkuat hujan,” ujarnya.

Faktor keempat adalah suhu permukaan laut. Suhu perairan di Indonesia saat ini terpantau cenderung hangat, terutama di wilayah Sumatera Barat, Jawa Selatan, dan Sulawesi Utara. Kondisi hangat tersebut mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Jakarta.

Untuk akhir musim, BMKG memperkirakan curah hujan mulai berkurang pada Maret 2027 dan memasuki masa peralihan ke musim kemarau pada April 2027.

“Maret-April 2027 curah hujan mulai berkurang, peralihan ke musim kemarau,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat Jakarta terus memantau informasi cuaca terkini dan melakukan mitigasi risiko sejak dini.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti update bulanan agar dapat menyesuaikan aktivitas dan memitigasi risiko,” tutup Guswanto. (Domba jantan)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BMKG Rilis Cuaca Laut Perairan Ambon-Lease 21-23 September 2026
Jika ijazah Jokowi asli, Binsar bicara soal akibat hukumnya
Demonstrasi Anti Imigrasi di Belanda Kisruh, Polisi Bubarkan Ratusan Pengunjuk Rasa
MBG menyerap anggaran Rp 139,77 triliun per September 2026
Agus Yunanto Soroti Pendidikan Gibran: Kok Kursus Bahasa Setara dengan SMK Akuntansi?
Gibran Dekati Anies, Selisihnya Hanya 0,5%
Youth Today 2026 Ajak Pemuda Surakarta Temukan Jati Diri
Operasi KM Virgo SAR Berlanjut, 12 Penyelam Bersiap Turun ke Laut Jawa
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 15:51 WIB

BMKG Rilis Cuaca Laut Perairan Ambon-Lease 21-23 September 2026

Minggu, 20 September 2026 - 15:34 WIB

Jika ijazah Jokowi asli, Binsar bicara soal akibat hukumnya

Minggu, 20 September 2026 - 15:17 WIB

Demonstrasi Anti Imigrasi di Belanda Kisruh, Polisi Bubarkan Ratusan Pengunjuk Rasa

Minggu, 20 September 2026 - 14:51 WIB

MBG menyerap anggaran Rp 139,77 triliun per September 2026

Minggu, 20 September 2026 - 14:34 WIB

Agus Yunanto Soroti Pendidikan Gibran: Kok Kursus Bahasa Setara dengan SMK Akuntansi?

Berita Terbaru

Headline

BMKG Rilis Cuaca Laut Perairan Ambon-Lease 21-23 September 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:51 WIB

Headline

Jika ijazah Jokowi asli, Binsar bicara soal akibat hukumnya

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:34 WIB

Headline

MBG menyerap anggaran Rp 139,77 triliun per September 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:51 WIB