Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh konten merupakan tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi tim redaksi Kompas.
Surakarta, 17 September 2026 – Pada umumnya masyarakat cenderung bergerak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, seperti penghargaan atau angka yang mencerminkan kesuksesan. Namun, sebagian dari kita mungkin juga mempertanyakan keinginan sebenarnya yang ingin kita capai.
Pemikiran seperti itu mudah sekali kita lewatkan di tengah kesibukan rutinitas kita, hingga akhirnya ada suatu momen yang memaksa kita untuk berhenti sejenak dan memandangi bayangan kita sendiri, seperti saat kita bercermin yang jarang kita lihat.
Pemikiran seperti itulah yang menjadi inti dari Youth Today 2026, sebuah acara yang diselenggarakan oleh AIESEC di UNS pada tanggal 30 Agustus 2026, dengan mengusung tema “Through the Looking Glass: Discover Your True Self, Create Lasting Impact.” Acara ini bukan sekedar acara pendidikan kepemimpinan biasa, disini para delegasi diajak untuk menembus permukaan luar cermin dan melihat lebih dalam potensi diri yang mungkin selama ini belum mereka sadari.
Dalam upaya menembus cermin itu, perjalanannya dimulai dari sebuah gagasan sederhana namun mendasar, bahwa kepemimpinan tidak bisa tumbuh di ruang kosong. Hal tersebut dijelaskan oleh Aidil Tegar Ramadhani selaku Ketua Komite Lokal AIESEC di UNS. Bagi Aidil, sebelum kita berbicara tentang menciptakan dampak, generasi muda perlu terhubung dengan lebih banyak akses, dan diberi ruang untuk belajar dan mengenal diri mereka sendiri.
Dari sini, cermin akhirnya mulai mencerminkan sisi yang lebih pribadi dari diri sendiri.
Meski begitu, tidak semua pantulan di cermin bisa nyaman dipandang. Kita mungkin melihat kegagalan kita di masa lalu, kekecewaan kita, bahkan ketakutan kita. Namun pada Youth Today 2026, Keinanty Setya Melanie atau yang kerap disapa Kinan, selaku Local Committee Vice President Talent Management AIESEC UNS mengingatkan bahwa pada dasarnya proses berkembang tidaklah mudah.
“Proses pertumbuhan bukanlah proses yang menyenangkan,” ujarnya.
Menurut Kinan, proses tumbuh dewasa seringkali menuntut seseorang untuk keluar dari zona nyamannya, memaksanya menghadapi hal-hal asing, dan mendorongnya untuk melihat dunia dari sudut pandang yang sama sekali berbeda dari apa yang mereka ketahui sebelumnya. Ia menambahkan, bagian ini tidak selalu mudah, namun disitulah proses pertumbuhan kita sebenarnya terjadi.
Kedua gagasan inilah yang menjadi salah satu landasan Youth Today 2026. Acara ini pada dasarnya dirancang untuk membantu peserta mengenali potensi kepemimpinannya, memahami identitas AIESEC sebagai organisasi kepemimpinan pemuda, serta memperkenalkan program pertukaran lintas negara yang mendorong kontribusi generasi muda dalam menciptakan dampak global yang berkelanjutan.
Di akhir acara, pesan yang dibawa pulang oleh para peserta bisa dikatakan sederhana, namun cukup mendalam, bahwa kepemimpinan dimulai ketika refleksi diri dan pengalaman lintas budaya yang kita miliki mampu memperluas cara kita memandang dunia secara lebih luas, sekaligus memperkuat jiwa kepemimpinan kita. Youth Today dipandang sebagai ruang bagi generasi muda untuk menemukan jati dirinya yang juga mendorong langkah nyata generasi muda untuk menciptakan dampak berkelanjutan.
Seperti yang kita ketahui, cermin tidak pernah benar-benar berbohong. Dia hanya menunggu seseorang yang cukup berani untuk memandangnya lebih lama dan menemukan bayangan dirinya di sana.
Nah, menurut rekan pembaca, apakah kini Anda sudah berani untuk bercermin lebih lama dan benar-benar melihat bayangan diri sendiri? Jangan lupa cek akun Instagram @unstoppable.youths untuk mencari cerita dan peluang kepemimpinan lainnya!
Pengarang: Nakeisha Azzahra
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














