Amien Rais Singgung ‘Kudeta Diam-diam’ Jokowi, Seret Gibran dan Isu Percepatan Pemilu

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Ekonomi, Jakarta –

Ketua Dewan Syura Partai Ummat Amien Rais kembali melontarkan analisis tegas terkait arah politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi pasca tak lagi menjabat di pemerintahan. Amien kali ini mengaitkan Jokowi dengan kekuasaan Presiden Prabowo Subianto, masa depan politik Gibran Rakabuming Raka, dan isu percepatan pemilu.

Amien bahkan mengutip teguran analis kebijakan publik Muhammad Said Didu terkait apa yang dimaksud “kudeta diam-diam dan merayap”. Menurut Amien, situasi ini perlu mendapat perhatian karena ia menilai masih ada upaya mempengaruhi arah kekuasaan dari luar jabatan pejabat.

Said Didu mengingatkan untuk mewaspadai kudeta yang diam-diam dan merayap. Bisa jadi Prabowo tidak sadar atau tidak mau mewaspadai niat warga Solo, kata Amien, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Sabtu (19/9/2026).

Pernyataan tersebut merupakan analisis Amien terhadap dinamika politik, bukan pernyataan telah terjadi kudeta atau pergantian kekuasaan. Analisis tersebut kemudian ia kaitkan dengan posisi Jokowi dan putranya, Gibran yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden.

Amien menilai Jokowi masih punya keinginan untuk membantu menentukan arah Indonesia meski tidak lagi memegang kekuasaan langsung di pemerintahan. Ia mengatakan, apa yang diserukannya sudah dijalani oleh Jokowi “kehancuran politik”namun tetap terus mengobarkan semangat untuk kembali memerintah Indonesia.

“Jokowi telah melewati kematian politik, namun beliau tak henti-hentinya menghidupkan kembali semangat memerintah Indonesia,” kata Amien.

Menurut Amien, secara konstitusional kekuasaan pemerintahan saat ini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menduga kekuasaan tersebut bisa menjadi sasaran manuver politik jika ada kepentingan tertentu yang ingin dicapai.

Amien bahkan mengaitkan tudingan itu dengan Gibran. Ia menilai ada tujuan memperkuat posisi politik Gibran jika kekuasaan Prabowo mengalami kendala.

“Tujuan Jokowi satu-satunya adalah agar kekuasaan Prabowo bisa diganggu, sehingga Gibran bisa naik daun,” ujarnya.

Amien kemudian mengungkit isu lain yang sempat membuat heboh dunia politik nasional, yakni pernyataan Ketua Umum ProJo Budi Arie Setiadi terkait kemungkinan pemilu dilangsungkan lebih awal dari jadwal 2029.

Pernyataan Budi Arie sebelumnya menimbulkan polemik setelah rekaman ucapannya beredar. Namun, Budi Arie kemudian meminta maaf dan menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan analisis dan pendapat pribadinya. Ia pun menyatakan pernyataan tersebut tidak ada hubungannya dengan Jokowi.

Budi Arie kemudian menjelaskan kembali, analisis politik mengenai kemungkinan digelarnya pemilu lebih awal berbeda dengan kemauan politik untuk benar-benar mengubah jadwal pemilu. Ia menegaskan, dirinya tidak bermaksud mengajak atau mendorong pihak tertentu untuk mempercepat pemilu.

Meski sudah mendapat klarifikasi tersebut, Amien tetap memasukkan pernyataan Budi Arie dalam rangkaian analisisnya terkait dinamika politik nasional. Bagi Amien, pernyataan tersebut menjadi salah satu hal yang ia soroti saat membahas kemungkinan perubahan konfigurasi kekuasaan.

Secara hukum, mekanisme pemilu nasional dan pemilu daerah memang mengalami perubahan. Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 menetapkan mulai tahun 2029, pemilu nasional untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR dan DPD dipisahkan dari pemilu daerah.

Pada Agustus 2026, Mahkamah Konstitusi juga kembali menegaskan bahwa mekanisme ini telah mempunyai kekuatan hukum mengikat. Dengan demikian, isu kemungkinan percepatan pemilu yang sebelumnya disampaikan Budi Arie merupakan pernyataan politik yang berbeda dengan jadwal pemilu yang sah secara hukum saat ini.

Baca juga: ‘Saya Benar-Benar Ditipu!’ Ibu Sumarsih sangat kecewa mendengar janji-janji Jokowi yang hanya digunakan untuk kampanye pemilihan presiden

Di sisi lain, Amien melihat dinamika tersebut dari sudut pandang yang lebih luas. Ia menilai, yang menjadi persoalan utama bukan hanya jadwal pemilu, tapi juga bagaimana perkembangan kekuasaan Presiden Prabowo dan posisi politik Gibran dalam beberapa tahun ke depan.

Amien juga menegaskan, kekuasaan secara konstitusional ada di tangan Prabowo. Namun, dalam analisisnya, ia mempertanyakan apakah sikap tersebut akan terus berlanjut tanpa campur tangan politik pihak-pihak yang berkepentingan dengan konfigurasi kekuasaan selanjutnya.

Oleh karena itu, istilah tersebut “kudeta diam-diam dan merayap” Apa yang dikutip Amien merupakan bagian dari narasi politik yang dibangunnya dalam membaca hubungan Jokowi, Prabowo, Gibran dan dinamika jelang pemilu 2029.

Sementara dalam klarifikasi Budi Arie, tidak ada pernyataan yang menyebut Jokowi punya agenda mempercepat pemilu. Budi sebenarnya sudah menegaskan, pernyataannya soal kemungkinan percepatan pemilu merupakan analisa pribadi dan tidak ada hubungannya dengan Jokowi.

Pernyataan Amien soal Jokowi dan Syaratnya “kudeta diam-diam” berada dalam ranah analisis politiknya tentang perkembangan kekuasaan saat ini. Sementara jadwal pemilu 2029 dan mekanisme pelaksanaannya tetap mengacu pada kerangka hukum yang telah ditetapkan selama ini.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Viral, Tim Korea Selatan Diiringi Lagu Kebangsaan Korea Utara dan Bangladesh
14 Bank Tutup per September 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta
Mahkamah Konstitusi akan segera mendengarkan gugatan terkait syarat pencalonan Gibran, berikut isi permohonannya
Samsung Luncurkan One UI 9: Berikut Daftar Mereka yang Mendapatkan Update
Kepala Sekolah Himbau Jangan Ragu Konsumsi MBG
Free Fire x NARUTO SHIPPUDEN: Bocoran Event Chapter Satu Terbaru Hari Ini
Kisah penyembuhan Prabowo di tengah kesibukan lewat berenang, tidur, membaca
Mengapa ijazah Anies tak pernah dicermati seperti ijazah Jokowi? PSI: Karena tersangkanya ada di kelompok Saudara
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 08:36 WIB

Viral, Tim Korea Selatan Diiringi Lagu Kebangsaan Korea Utara dan Bangladesh

Sabtu, 19 September 2026 - 08:17 WIB

14 Bank Tutup per September 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta

Sabtu, 19 September 2026 - 07:51 WIB

Mahkamah Konstitusi akan segera mendengarkan gugatan terkait syarat pencalonan Gibran, berikut isi permohonannya

Sabtu, 19 September 2026 - 07:34 WIB

Samsung Luncurkan One UI 9: Berikut Daftar Mereka yang Mendapatkan Update

Sabtu, 19 September 2026 - 07:17 WIB

Kepala Sekolah Himbau Jangan Ragu Konsumsi MBG

Berita Terbaru

Headline

14 Bank Tutup per September 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta

Sabtu, 19 Sep 2026 - 08:17 WIB

Headline

Kepala Sekolah Himbau Jangan Ragu Konsumsi MBG

Sabtu, 19 Sep 2026 - 07:17 WIB