Pandeglang, MINA – Meski operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda telah dihentikan, Basarnas masih memantau kemungkinan keberadaan mereka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, Kamis (17/9) pemantauan dilakukan melalui sistem pelaporan lalu lintas kapal dan koordinasi dengan unsur TNI Angkatan Laut dan Ditpolairud. Kapal-kapal yang melintasi Selat Sunda juga diharapkan dapat memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda terkait rombongan tersebut.
Operasi pencarian resmi terhenti setelah berlangsung 10 hari sejak 7 September 2026. Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan 523 personel untuk melakukan pencarian melalui jalur darat, laut, dan udara seluas sekitar 8.509 mil laut persegi.
Dalam proses pencarian, tim SAR menemukan 13 benda mengambang yang kemudian diperiksa dan diverifikasi oleh Ditpolairud Polda Banten. Hasil pemeriksaan memastikan seluruh benda tersebut tidak ada kaitannya dengan KM Arupadatu I atau delapan orang yang dilaporkan hilang.
Baca Juga: Dengan rekam jejak perdamaian, Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB
Rombongan terdiri dari lima orang jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal, serta tiga orang awak kapal. Mereka dikabarkan hilang kontak usai melakukan perjalanan menggunakan KM Arupadatu I mengelilingi perairan Gunung Anak Krakatau.
Basarnas menegaskan, operasi pencarian bisa dibuka kembali jika ditemukan informasi atau petunjuk baru yang terverifikasi terkait keberadaan kapal dan penumpangnya. Sementara itu, pemantauan terus dilakukan bersama unsur terkait untuk mengantisipasi adanya perkembangan di perairan Selat Sunda. ()
Kantor Berita Mi’raj (MINA)
Baca Juga: Hujan ringan akan mengguyur Jakarta pada Jumat ini
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














