BPBD Payakumbuh Perkuat Tim Reaksi Cepat, Zulmaeta: Respons Bencana Harus Cepat dan Profesional

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Pemko Payakumbuh memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai ujung tombak penanganan keadaan darurat di lapangan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Payakumbuh Tahun 2026 yang dibuka Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta di Hotel Mangkuto, Senin (13/07/2026).

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam melakukan respons cepat, penyelamatan, evakuasi, serta koordinasi penanganan bencana.

“Kota Payakumbuh merupakan daerah yang memiliki potensi berbagai ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi maupun kebakaran lahan dan hutan,” kata Wako Zulmaeta.

“Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, dan terkoordinasi kepada masyarakat,” tukuknya.

Menurut Zulmaeta, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.

Personel TRC harus memiliki kemampuan teknis, kecepatan mengambil keputusan, dan kecakapan berkoordinasi agar setiap kondisi darurat dapat ditangani secara optimal.

Dia mengatakan TRC merupakan unsur pertama yang bergerak saat bencana terjadi. Tim tersebut bertugas melakukan kaji cepat, mengevakuasi korban, melaksanakan penyelamatan, mengoordinasikan penanganan di lokasi, hingga menyampaikan rekomendasi awal sebagai dasar langkah tanggap darurat.

“Tim Reaksi Cepat merupakan garda terdepan BPBD dalam melakukan kaji cepat, penyelamatan, evakuasi, koordinasi lapangan, serta memberikan rekomendasi awal dalam penanganan keadaan darurat,” ujarnya.

Wali Kota Zulmaeta mengapresiasi BPBD Kota Payakumbuh yang menyelenggarakan pelatihan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi.

Menurut dia, keterlibatan para praktisi dan pemangku kepentingan akan memperkaya wawasan peserta sekaligus meningkatkan kemampuan praktik dalam menghadapi berbagai skenario bencana.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan secara serius, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan pelatihan sebagai sarana meningkatkan kompetensi yang nantinya diterapkan saat bertugas di lapangan.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mampu mengimplementasikan seluruh materi ketika menghadapi kondisi sebenarnya,” katanya.

Zulmaeta juga menegaskan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Menurut dia, keberhasilan penanganan keadaan darurat bergantung pada kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat.

Ia berharap peningkatan kapasitas tersebut mampu melahirkan personel TRC yang semakin andal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika bencana terjadi.

“Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas BPBD, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat,” katanya.

“Semoga melalui kegiatan ini akan lahir personel TRC yang semakin tangguh, profesional, responsif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Payakumbuh,” pungkasnya. (red)

Berita Terkait

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul
Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja
DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung
BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran
Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas dalam Penyidikan AKBP Ady Herwiyanto
MBG Dibiayai Pajak, 6.097 Dapur Ditangguhkan Karena Pelaporan Tidak Terorganisir
Guru PPPK Riau Demo ke DPRD, Tuntut Kenaikan TPP untuk Perjelas Status

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:53 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul

Senin, 2 November 2026 - 21:31 WIB

Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung

Senin, 2 November 2026 - 14:40 WIB

BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 2 November 2026 - 14:20 WIB

Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran

Berita Terbaru