Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah, Perkuat Kendali Inflasi dan Stabilitas Harga

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Pemko Payakumbuh kembali melakukan stabilitas harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat, Rabu (22/07/2026).

Program tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Gerakan Pangan Murah menyasar warga Kota Payakumbuh dengan menunjukkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan yang lebih terjangkau, kegiatan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis di daerah.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten II Yasrizal mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah merupakan langkah pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” kata Yasrizal.

Ia menjelaskan pemerintah daerah melibatkan Bulog, distributor, pelaku usaha pangan, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pasokan komoditas, seperti beras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya tetap tersedia.

Yasrizal juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga stabilitas pangan dengan tidak melakukan pembelian secara berlebihan serta mulai menerapkan pola konsumsi yang lebih bijak melalui pemanfaatan pangan lokal dan pengurangan pemborosan pangan.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasokan pangan dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat juga diimbau menyimpan pangan secukupnya, mengurangi pemborosan, serta memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Menurut Yasrizal, pemerintah juga terus memperkuat sistem pemantauan harga melalui inovasi Simphoni Pangan atau Sistem Monitoring Perkembangan Harga dan Informasi Pangan.

Inovasi tersebut menjadi instrumen untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan sehingga pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif apabila terjadi gejolak harga.

“Kami berkomitmen terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan pasokan pangan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan serta memperkuat sinergi lintas sektor melalui Simphoni Pangan agar kondisi daerah tetap aman dan stabil,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan pemerintah menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Pada pelaksanaan GPM kali ini, pemerintah menyiapkan beras premium lokal sebanyak 3,7 ton dalam kemasan 10 kilogram seharga Rp130 ribu.

Selain itu tersedia cabai merah sebanyak 317 kilogram seharga Rp25 ribu per kilogram, bawang merah 320 kilogram seharga Rp20 ribu per kilogram, gula pasir 320 kilogram seharga Rp13 ribu per kilogram.

Kemudian telur ayam sebanyak 320 lapiak seharga Rp35 ribu per lapiak, serta minyak goreng kemasan dua liter sebanyak 370 kemasan seharga Rp30 ribu.

Sejak pagi, masyarakat memadati halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih terjangkau.

Tingginya antusiasme warga menunjukkan program tersebut masih menjadi salah satu instrumen efektif pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.

“Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman dan stabil,” pungkasnya. (red)

Berita Terkait

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul
Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja
DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung
BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran
Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas dalam Penyidikan AKBP Ady Herwiyanto
MBG Dibiayai Pajak, 6.097 Dapur Ditangguhkan Karena Pelaporan Tidak Terorganisir
Guru PPPK Riau Demo ke DPRD, Tuntut Kenaikan TPP untuk Perjelas Status

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:53 WIB

Ketua DPRD Payakumbuh Tekankan Dukungan Pendidikan untuk Cetak SDM Unggul

Senin, 2 November 2026 - 21:31 WIB

Pernah Raih Juara Umum, 71 Siswa IPHI Payakumbuh Kembali Bidik Prestasi di Piala Raja

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

DLH Way Kanan Minta MBG Kitchen Manfaatkan Sampah untuk Membuat Belatung

Senin, 2 November 2026 - 14:40 WIB

BPOM-Polri Perketat Pengawasan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Senin, 2 November 2026 - 14:20 WIB

Tanggapan KPU atas keputusan MA yang membatalkan Suket Gibran

Berita Terbaru