Webinar Green Skilling #22 Sukses Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Lingkungan

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Webinar Green Skilling edisi ke-22 yang digelar pada Kamis, 31 Juli 2025, menghadirkan dua pembicara utama: Maman Basyaiban dari Yayasan Guru Belajar dan Widya Adiyatma dari Lindungi Hutan. Mengangkat tema green mindset dalam aksi nyata, diskusi kali ini menyoroti bagaimana pendidikan, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor dapat mendorong keberlanjutan.

Green Skilling adalah inisiatif edukatif dari LindungiHutan yang menghadirkan narasumber lintas sektor untuk membahas keterampilan, pengetahuan, dan aksi nyata menuju masa depan berkelanjutan.

Dalam webinar, Maman Basyaiban memaparkan bahwa penguatan peran guru sebagai pemimpin kolektif adalah kunci bagi perubahan pendidikan yang berkelanjutan. Melalui program seperti Temu Pendidik Nusantara, Yayasan Guru Belajar telah menjangkau lebih dari 514 daerah di Indonesia, mendorong kolaborasi, berbagi praktik baik, dan mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam pembelajaran.

Maman menekankan pentingnya:

1. Pembelajaran kolaboratif antara guru, siswa, dan komunitas.

2. Pengelolaan lingkungan sekolah untuk ketahanan pangan, seperti pemanfaatan lahan sekolah untuk menanam tanaman konsumsi.

3. Aksi kecil berkelanjutan yang dapat dimulai dari membawa botol minum sendiri hingga melibatkan industri kreatif seperti pengembang gim dalam proses belajar.

4. Kolaborasi lintas sektor yang memberi peluang bisnis sosial dan memperluas dampak pendidikan.

Bagi Maman, green mindset bukan sekadar teori, melainkan kebiasaan yang dibangun dari pemahaman mendalam atas urgensi keberlanjutan, yang kemudian diwujudkan melalui langkah-langkah praktis di sekolah dan komunitas.

Sementara itu, Widya Adiyatma menjelaskan peran Lindungi Hutan sebagai platform kolaborasi bagi masyarakat untuk berdonasi, menanam pohon, dan memantau dampak lingkungan secara transparan melalui teknologi. Hingga 2025, Lindungi Hutan telah menanam lebih dari 1 juta pohon di lebih dari 30+ lokasi di Indonesia.

1. Program ini mengatasi isu lingkungan seperti abrasi pantai sekaligus meningkatkan kesadaran publik melalui:

2. Pemanfaatan teknologi untuk memantau hasil penanaman pohon secara daring.

3. Kolaborasi dengan brand dan UMKM untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program.

4. Kegiatan edukasi lingkungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan komunitas setempat.

Widya menegaskan bahwa keberhasilan program lingkungan membutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari individu, komunitas, pelaku bisnis, hingga media, agar dampak positifnya dapat berkelanjutan.

Kesuksesan acara terlihat dari antusiasme peserta yang ikut merefleksikan langkah kecil untuk menerapkan green mindset dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi yang interaktif memunculkan berbagai gagasan kolaborasi baru antara pendidik, komunitas, pelaku usaha, dan pegiat lingkungan.

Melalui diskusi ini, Green Skilling #22 menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang konsisten. Peserta diajak tidak hanya memahami konsep green mindset, tetapi juga menerjemahkannya menjadi tindakan nyata di lingkungan masing-masing. Kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, dan komitmen bersama menjadi kunci untuk menciptakan masa depan yang lestari. Satu hal yang pasti bahwa membangun masa depan hijau adalah tugas bersama, dan setiap orang punya peran penting di dalamnya.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Headline

Pemkot Ambon Perkuat Sistem Hibah 2027

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:51 WIB