Jakarta, 6 Oktober 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan siswa SD Muhammadiyah 1 Jakarta. Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah untuk belajar lebih dekat tentang ilmu-ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari serta tahapan mitigasi jika terjadi bencana.
Kunjungan diawali dengan simulasi gempa berkekuatan M7,0 yang terjadi di Lombok pada tahun 2018. Pada sesi ini, siswa mempraktikkan bagaimana bersikap saat menghadapi gempa. Antusiasme dalam menyikapi bencana gempa bumi melalui simulator gempa terlihat dari banyaknya siswa yang ingin mencoba alat tersebut.
Pembelajaran beralih ke instrumen pemantauan atmosfer di Taman Peralatan Meteorologi. Cuaca yang sangat panas memperlihatkan kepada siswa kelas 5 dan 6 bagaimana peralatan bekerja ekstra keras, seperti udara panas meningkatkan parameter suhu di kandang meteorologi, sinar matahari membakar kertas di Campbell Stokes, hingga air yang menguap meninggalkan bekas di dinding wadah evaporasi (evaporimeter).
Selanjutnya para siswa mengunjungi Galeri BAIK (Bumi, Atmosfer, Iklim, Kualitas Udara). Di sini, siswa SD Muhammadiyah 1 Jakarta mempelajari berbagai alat observasi iklim yang digunakan BMKG dan memainkan media pembelajaran interaktif untuk memudahkan siswa meningkatkan pemahaman tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman materi mengenai cuaca, gempa bumi dan tsunami serta mitigasi bencana yang berdampak di Ruang Media Center. Siskaria dari Direktorat Meteorologi Umum membuka sesi pertama dengan menjelaskan jenis-jenis cuaca, perbedaannya dengan iklim, tanda dan dampak bencana hidrometeorologi, serta langkah mitigasi dan upaya evakuasi ketika terjadi bencana.
Irma Kurniawati dan Catur Hidayatullah dari Direktorat Teknik Seismologi, Potensi Geofisika dan Tanda Waktu BMKG melengkapi sesi materi dengan memaparkan tentang gempa bumi dan tsunami, mulai dari struktur bumi, jenis pergerakan lempeng bumi, jenis-jenis gempa bumi, hingga penyebab terjadinya tsunami. Pada saat yang sama, kesiapsiagaan siswa dibangun melalui praktik mitigasi, barang apa saja yang harus dipersiapkan dan dibawa, serta cara evakuasi ketika terjadi gempa dan tsunami.
Antusiasme para mahasiswa terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada kunjungan kali ini. Selain menambah wawasan dan memuaskan rasa ingin tahu, para siswa juga antusias menjawab kuis yang diberikan oleh pemateri mengenai materi yang telah disampaikan. (S)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














