Jumat, 9 Oktober 2026 – 00:38 WIB
Mojokerto, VIVA Jawa Timur – Operasional Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon Mojoanyar di Mojokerto, dihentikan sementara setelah puluhan siswa SMPN 1 Mojoanyar diduga mengalami keracunan usai menyantap menu sate ayam Free Nutritious Meal (MBG).
Puluhan Siswa di Mojokerto Sakit Usai Sate Ayam MBG, Ketua SPPG Jabon Angkat Bicara
Tak hanya operasional dapur yang terhenti, Dinas Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya juga mencopot Kepala SPPG Jabon Mojoanyar, Yanse Young Pribadi.
Sanksi tersebut disampaikan Ketua KPPG Surabaya Kusmayanti pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dapur MBG yang terletak di Perumahan Graha Kahuripan, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, kini untuk sementara tidak boleh beroperasi.
![]()
Penjelasan Dinas Kesehatan soal Puluhan Mahasiswa Mojokerto Sakit Usai Makan Sate Ayam MBG
“Dapurnya kita suspensikan. Sampai SPPG bisa memenuhi syarat untuk beroperasi kembali,” kata Kusmayanti.
Berhentinya operasional SPPG Jabon Mojoanyar rupanya berdampak langsung pada penyaluran MBG ke SMPN 1 Mojoanyar. Berdasarkan pantauan di sekolah, hingga sekitar pukul 12.30 WIB belum ada kiriman MBG.
![]()
Puluhan Pelajar di Mojokerto Sakit Usai Makan Menu Sate Ayam MBG
Bahkan, setiap hari SPPG Jabon Mojoanyar biasanya mengirimkan makanan bergizi gratis ke sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.
Kusmayanti pun membenarkan pencopotan Yanse Young Pribadi dari jabatan Kepala SPPG Jabon Mojoanyar.
“Mereka (Ketua SPPG) dicopot,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati pun mengetahui sanksi terhadap SPPG Jabon Mojoanyar. Dikatakannya, dapur MBG sebelumnya telah memperoleh Sertifikat Higiene Sanitasi (SLHS).
“Sudah punya SLHS dan sekarang sudah disuspen,” kata Dyan.
Dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Mojoanyar pertama kali terungkap pada Rabu 7 Oktober 2026, sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat itu, sejumlah pelajar mulai mengalami keluhan kesehatan. Banyak siswa yang terlihat antri di toilet karena terkena diare. Keluhan lain yang timbul antara lain sakit perut, pusing, mual dan muntah.
Pihak sekolah kemudian menghubungi Puskesmas Gayaman untuk menangani siswa yang mengalami gejala tersebut.
Total ada 45 siswa yang mengalami gejala keracunan. Sebanyak 18 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan karena mengalami sakit perut, pusing, mual, muntah, dan diare.
Sedangkan 27 siswa lainnya mendapat perawatan di sekolah pada Rabu 7 Oktober 2026. Mereka mengalami keluhan pusing, mual, dan muntah.
Dugaan keracunan mengarah pada menu MBG yang disantap para pelajar tersebut pada Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Paket MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi, sate ayam, sambal kacang, acar timun dan wortel, serta arak muscat.
Halaman Berikutnya
Berdasarkan pengakuan sejumlah korban, sate ayam dalam paket MBG diduga menjadi penyebabnya. Mereka mengatakan sate ayam memiliki aroma yang tidak sedap dan terasa asam, seperti makanan basi.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














