Tim Penilai Apresiasi Inovasi Sapaku di Lomba Kelurahan Tingkat Regional

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang, menunjukkan sejumlah inovasi yang berdampak pada pelayanan publik, lingkungan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat dalam penilaian Lomba Kelurahan Berprestasi tingkat regional di Aula Josrizal Zain, Rabu (07/10/2026).

Salah satu capaian yang menonjol ialah pengolahan sampah organik yang meningkatkan produksi pupuk dari 300 kilogram menjadi 8 ton per minggu.

Program tersebut juga mengurangi volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Payakumbuh sekitar dua ton per hari.

Lurah Sawah Padang Aua Kuniang Deop Darius mengatakan setiap program dikembangkan berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Kami berupaya agar inovasi tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Di bidang pelayanan publik, inovasi Sapaku Kece memangkas waktu pelayanan administrasi dari sekitar 45 menit menjadi 10 menit.

Digitalisasi layanan diperkuat melalui Taman Digital, Peta Digital Sapaku, serta pemutakhiran data masyarakat melalui inovasi Sang Utama.

“Kami ingin pelayanan lebih cepat sekaligus ditopang data yang terus diperbarui agar program pemerintah lebih tepat sasaran,” ujar Deop.

Pada sektor lingkungan, Sapaku Tanggap mendorong pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumber. Kemudian sampah organik diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan petani.

Sementara itu, untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, Sapaku Tampan memanfaatkan 4,1 hektare lahan tidur pada 2025 dan menghasilkan pendapatan sekitar Rp318 juta.

Program tersebut melibatkan kelompok tani, kelompok wanita tani (KWT), PKK, dan Dasawisma.

Potensi ekonomi lokal juga dikembangkan melalui Kampung Bambu yang melibatkan sekitar 95 kepala keluarga serta Kampung Itik yang mengembangkan peternakan, telur, dan berbagai produk olahan.

“Potensi pertanian, bambu, itik, dan UMKM kami dorong menjadi sumber pendapatan yang dapat memperkuat ekonomi keluarga,” katanya.

Di bidang kesehatan, kelurahan melakukan pelacakan terhadap 144 orang yang masuk kategori terduga tuberkulosis, menangani 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta memperkuat tiga pos pelayanan terpadu (posyandu).

Program Dapur Bunda Satya turut mendukung upaya penurunan stunting hingga kelurahan tersebut mencapai kondisi tanpa kasus stunting.

Dikesempatan itu juga, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menilai rangkaian inovasi tersebut menunjukkan upaya kelurahan mengintegrasikan pelayanan publik dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Programnya sangat komprehensif. Dampaknya bukan hanya pada pelayanan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” kata Wawako Elzadaswarman.

Ia mengatakan digitalisasi pelayanan semakin didukung jaringan serat optik yang telah menjangkau hampir 98 persen wilayah Payakumbuh.

Pengolahan sampah dan upaya penurunan stunting, menurut dia, juga menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat.

“Yang penting, masyarakat ikut bergerak. Sampah menjadi bernilai ekonomi, pelayanan lebih cepat, dan penanganan stunting menunjukkan hasil,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat juga tercermin dari nilai swadaya yang mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Ke depan, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang menyiapkan pengembangan Lapau Sapaku, destinasi wisata, dan pusat kegiatan kreatif berbasis potensi lokal.

Dalam penilaian tersebut, tim penilai memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang dipaparkan Lurah Sawah Padang Aua Kuniang, terutama inovasi yang menggabungkan pelayanan, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal.

“Kami ingin inovasi ini terus berjalan dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan lingkungan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Pemko Payakumbuh

Berita Terkait

Di Balik Antrean Panjang BBM Payakumbuh, Satgas Temukan Hal Tak Wajar
Bantah Serang Camat Pakantan, Riswan Ungkap Fakta Viral Video Haornas
Kondisi Sekolah Prancis yang Picu Demonstrasi Siswa: Atap Bocor – Banyak Tikus
Kejati Natuna Terapkan Restorative Justice, Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba — Batam Hari Ini
Demonstrasi buruh terus dilakukan demi menjaga tuntutan buruh sesuai haknya
BMKG Kalbar: Musim Hujan Berangsur Masuk, Puncaknya Diprediksi Desember-Januari
Rekap Hasil dan Klasemen Terbaru UEFA Nations League: Spanyol dan Portugal Sempurna, Italia Bangkit, Ronaldo Ciptakan Drama
Ajudan Bocorkan Agenda Jokowi Datang ke Rumah Presiden Prabowo

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Tim Penilai Apresiasi Inovasi Sapaku di Lomba Kelurahan Tingkat Regional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Di Balik Antrean Panjang BBM Payakumbuh, Satgas Temukan Hal Tak Wajar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Bantah Serang Camat Pakantan, Riswan Ungkap Fakta Viral Video Haornas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Kondisi Sekolah Prancis yang Picu Demonstrasi Siswa: Atap Bocor – Banyak Tikus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Kejati Natuna Terapkan Restorative Justice, Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba — Batam Hari Ini

Berita Terbaru