Kementerian Agama (Kemenag) mengajak santri se-Indonesia untuk menyampaikan gagasan dan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto melalui kompetisi “Surat Santri untuk Presiden”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri tahun 2026.
Melalui kompetisi ini, mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan pandangannya terhadap berbagai persoalan bangsa dan harapan masa depan Indonesia dalam bentuk surat.
Mengutip laman resmi Kementerian Agama, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan, kegiatan ini juga mendorong santri untuk berani mengungkapkan pikiran dan aspirasinya melalui tulisan.
Peserta dapat memilih salah satu dari tiga tema yang ditentukan panitia, yaitu aspirasi mengenai pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, dan harapan kesejahteraan masyarakat.
Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning Yusi Damayanti mengatakan ketiga tema tersebut bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan tentang kehidupan bermasyarakat dan masa depan bangsa.
Surat yang diikutsertakan dalam kompetisi memiliki beberapa syarat. Peserta wajib menulis surat dengan panjang maksimal 700 kata atau dua halaman A4.
Surat harus ditulis tangan menggunakan pena hitam atau biru. Setelah selesai, surat tersebut kemudian dipindai dan dikirim dalam format PDF.
Karya yang dikirimkan harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiat, dan tidak boleh pernah menjadi juara pada kompetisi lain.
Peserta juga diminta menyiapkan sejumlah data dan dokumen, mulai dari identitas diri, identitas ponpes, nomor WhatsApp peserta dan/atau pimpinan guru atau santri, pilihan tema, naskah surat dalam format PDF, hingga surat pernyataan keaslian karya.
Pendaftaran dan penyerahan karya dilakukan secara online melalui email (dilindungi email).
Peserta dapat mengirimkan karya mulai tanggal 25 September hingga 2 Oktober 2026.
Baca juga: Kubu Yaqut Sebut Ada Koruptor Kasus Kuota Haji yang Masih Bekerja di Kementerian Agama
Tak hanya menjadi ajang menuangkan ide, para pemenang lomba juga berkesempatan menghadiri “Malam Bakti Santri Untuk Negeri”.
Acara ini merupakan malam puncak peringatan Hari Santri Tahun 2026 dan rencananya akan mengundang Presiden RI Prabowo Subianto.
Melalui kompetisi ini, Kemenag memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan melalui tulisan sekaligus melihat bagaimana generasi mahasiswa membaca perkembangan zaman dan berbagai permasalahan bangsa.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














