Rakor PSI Kota Bandung, Jokowi meminta struktur partai tidak sekedar lengkap: harus hidup dan bekerja

- Redaksi

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan Postingan: 21

BANDUNG//Reformasi Aktual. com – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPD Kota Bandung berlangsung di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Rakor tersebut menjadi momentum konsolidasi kepengurusan sekaligus penguatan struktur organisasi PSI hingga tingkat bawah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, Presiden RI ke-7 Joko Widodo, pengurus DPP dan DPW PSI Jawa Barat, Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat, serta pengurus DPC dan DPRT PSI se-Kota Bandung.

Dalam Rakor tersebut, struktur organisasi PSI Kota Bandung disebut sudah lengkap 100 persen di tingkat DPC dan DPRT. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan hadirnya Kaesang Pangarep dan Joko Widodo dalam agenda konsolidasi.

Joko Widodo memberikan arahan agar kelengkapan struktur organisasi tidak berhenti pada urusan administrasi saja. Menurutnya, struktur partai harus benar-benar hidup, bekerja, dan hadir di masyarakat.

Yang penting strukturnya harus hidup. Strukturnya harus berfungsi. Percuma kalau strukturnya sudah jadi tapi tidak berfungsi dan tidak ada dinamika di bawahnya, kata Jokowi dalam Rakor.

Jokowi juga mendorong kader PSI Kota Bandung untuk membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas olahraga dan seni, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda hingga kelompok perempuan.

Ia menekankan pentingnya kehadiran kader dalam kegiatan sosial, budaya, pengabdian masyarakat, dan berbagai kegiatan masyarakat di ruang publik.

Jokowi Benarkan Dia Sudah Menjadi Bagian PSI

Momentum Rakorda pun menjadi perhatian karena Joko Widodo terang-terangan menyatakan dirinya adalah bagian dari keluarga besar PSI.

Di hadapan para kader, Jokowi menunjukkan Kartu Tanda Keanggotaan (KTA) PSI dan mengaku bergabung sejak 14 Oktober 2025. Pernyataan itu sekaligus menegaskan status keanggotaannya di PSI yang sudah lama menjadi perhatian publik.

Kehadiran Jokowi bersama Kaesang Pangarep di Rakor PSI Kota Bandung kemudian menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi, apalagi setelah struktur DPC dan DPRT PSI di Kota Bandung dinyatakan sudah terbentuk 100 persen.

Yoel: Program Sosial Akan Diperluas

Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat menyambut positif arahan yang diberikan Jokowi. Ia mengatakan PSI Kota Bandung akan menerjemahkan arahan tersebut melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut Yoel, kegiatan organisasinya akan diperluas hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW. Program yang disiapkan antara lain pelatihan, pendidikan politik, kegiatan sosial dan pertemuan langsung dengan masyarakat.

Jadi di tingkat kelurahan karena tujuan kita bukan hanya kelurahan tapi RT RW. Jadi di RT RW juga ada PSI lagi, kata Yoel.

Yoel juga menyampaikan bahwa PSI Kota Bandung akan membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program sosial di wilayah Kota Bandung.

Baginya, keberadaan struktur organisasi harus dibarengi dengan kegiatan nyata agar masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran kader PSI di lingkungannya masing-masing.

Konsolidasi Menuju 2029

Rakorda juga menjadi ruang konsolidasi internal PSI Kota Bandung dalam menghadapi agenda politik mendatang. Yoel mengatakan, partainya menargetkan penguatan posisi PSI dalam politik Kota Bandung, termasuk target memperoleh posisi pimpinan DPRD pada pemilu 2029. Pernyataan tersebut merupakan sasaran politik yang disampaikan Ketua DPD PSI Kota Bandung.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana mengatakan, momentum bergabungnya Jokowi ke keluarga besar PSI merupakan bagian dari dinamika internal partai dalam menghadapi Pemilu 2029.

Dengan selesainya struktur DPC dan DPRT di Kota Bandung, maka tantangan PSI berikutnya adalah memastikan struktur tersebut tidak hanya lengkap secara organisasi, tetapi juga aktif menjalankan program dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Pada akhirnya Rakorda tidak hanya menjadi wadah konsolidasi kepengurusan, namun juga penegas arah kerja PSI Kota Bandung: memperkuat organisasi mulai dari tingkat kota hingga lingkungan masyarakat serta melaksanakan kegiatan sosial dan pendidikan politik secara langsung.

tidakabg. S

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

20 Film Indonesia Terbaru Oktober 2026 di Bioskop, Sinopsis Lengkap
Jokowi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan PSI? Inilah yang dikatakan Grace Natalie
Target 40 Emas di Porprov XVI, Sekda Tantang KONI Payakumbuh
Kemacetan Panjang di Pelabuhan Ketapang, Dipicu Kebijakan KSOP Pembatasan Jumlah Truk
Polemik Promosi MBG ke Takalar Borak, Ini Penjelasan BGN Soal Anggaran dan Pengawasan – wwb.co.id
Suhu Panas Capai 37 Derajat Celcius, BMKG: Tutupan Awan Minimal
GIBRAN DAN AHMAD LUTHFI TINJAUAN LANGSUNG PASIEN TERDUGA KEKERASAN MBG DI BATANG
BMKG Catat 26 Gempa di Aceh dalam Sepekan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:35 WIB

20 Film Indonesia Terbaru Oktober 2026 di Bioskop, Sinopsis Lengkap

Senin, 28 September 2026 - 18:17 WIB

Jokowi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan PSI? Inilah yang dikatakan Grace Natalie

Senin, 28 September 2026 - 18:16 WIB

Target 40 Emas di Porprov XVI, Sekda Tantang KONI Payakumbuh

Senin, 28 September 2026 - 17:51 WIB

Rakor PSI Kota Bandung, Jokowi meminta struktur partai tidak sekedar lengkap: harus hidup dan bekerja

Senin, 28 September 2026 - 17:34 WIB

Kemacetan Panjang di Pelabuhan Ketapang, Dipicu Kebijakan KSOP Pembatasan Jumlah Truk

Berita Terbaru