Kepuasan terhadap Prabowo Tetap Terjaga

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. (MI/Usman Iskandar)

TINGKAT kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3% jelang dua tahun pemerintahannya, berdasarkan hasil Indonesia Network Election Survey (INES) yang digelar pada 14-20 September 2026. Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan mengatakan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Prabowo juga tercatat tinggi, yakni 82,1%.

Secara umum masyarakat memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo, terutama pada aspek ketegasan, stabilitas politik, diplomasi, dan program pro rakyat, kata Andri dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (27/9).

Survei tersebut melibatkan 1.400 responden yang tersebar di 36 provinsi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error ±2,48% pada tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Andri, survei tersebut dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah jelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 79,3% responden menyatakan puas dengan kepemimpinan Presiden Prabowo, 17,4% menyatakan kurang atau tidak puas, dan 3,3% tidak menjawab.

Sedangkan tingkat kepercayaan terhadap Presiden Prabowo mencapai 82,1%. Sebanyak 16,5% responden menyatakan tidak atau tidak percaya dan 1,4% tidak menjawab.

Pada aspek keberanian, ketegasan dan kecepatan pelaksanaan program pemerintah, 78,2% responden menyatakan apresiasi. Sebanyak 17,9% menyatakan tidak puas dan 3,9% tidak menjawab.

Terkait kondisi politik nasional, 78,3% responden menilai situasi politik Indonesia stabil dan baik. Sebaliknya, 18,6% menilai kondisi politik buruk atau tidak stabil, sementara 3,1% tidak memberikan penilaian.

Pada aspek diplomasi, sebanyak 80,3% responden menyatakan kepuasan dan keyakinan terhadap strategi diplomasi Presiden Prabowo, khususnya dalam menjalankan agenda penguatan perekonomian Indonesia dalam kunjungan ke luar negeri.

Survei tersebut juga mencatat 78,2% responden menyatakan puas atau cukup puas terhadap upaya pemberantasan korupsi. Pada aspek kebebasan berpendapat, sebanyak 81,2% responden menyatakan puas atau cukup puas.

Sedangkan tingkat kepuasan terhadap kesejahteraan sosial dan bantuan sosial tercatat sebesar 78,7%. Untuk penanganan kemiskinan, sebanyak 68,2% responden menyatakan puas atau cukup puas.

Meski demikian, INES mencatat sektor ekonomi masih menjadi salah satu perhatian masyarakat.

Tingkat kepuasan terhadap kondisi perekonomian tercatat sebesar 50,8%, sedangkan responden menyatakan tidak puas sebanyak 45,1% dan tidak menjawab sebanyak 4,1%.

Andri mengatakan, dua permasalahan yang paling menjadi perhatian responden terkait sektor ekonomi adalah lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok.

Sebanyak 50,7% responden menyatakan ketidakpuasannya terkait sulitnya mendapatkan pekerjaan. Sementara itu, 54,8% responden mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok.

Menurut INES, kenaikan harga kebutuhan pokok dan kondisi sektor perekonomian menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah di bidang perekonomian.

Di sisi lain, program prioritas pemerintah, Makanan Bergizi Gratis (MBG), mendapat dukungan mayoritas responden. Sebanyak 78,2% responden setuju program tersebut dilanjutkan. Sebanyak 18,4% menyatakan tidak setuju dan 3,4% tidak menjawab.

“Hal ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki relevansi yang tinggi terhadap kebutuhan dasar masyarakat di berbagai lapisan dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Andri.

Andri mengatakan, hasil survei menunjukkan adanya apresiasi masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, khususnya di bidang politik, hukum, diplomasi, dan program sosial.

Meski demikian, ia menilai permasalahan perekonomian masyarakat masih perlu mendapat perhatian pemerintah, terutama terkait pengendalian harga kebutuhan pokok dan penciptaan lapangan kerja.

Tantangan besar masih menghadang persoalan perekonomian. Pemerintah perlu fokus pada pengendalian harga dan penciptaan lapangan kerja agar kepuasan politik berbanding lurus dengan kesejahteraan ekonomi, ujarnya. (Cah/P-3)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

71 Korban Masih Hilang, Tim Penyelam Kembali Pencarian KM Virgo Transport-8
Ajang Silaturahim Bulutangkis Riau Berakhir Penuh Sportivitas
Roy Suryo Cek Langsung ke Australia, Bantah Klaim Gibran Hanya 6 Bulan Sekolah di UTS Insearch
Pengamat Minta Timnas Indonesia Waspadai Koneksi JDT Harimau Malaya
HP 5G Terbaru 2026, Baterai Jumbo Hingga 8.000 mAh Jadi Andalan
Setelah Demam Poco-Poco, Kini Ada Senam Ikan Nae Kreatif Terbaru di Pante
Geely Galaxy E5 Terbaru Punya 5 Varian, Apa Keunggulannya?
Penyeberangan Gilimanuk Lumpuh Akibat Demonstrasi Sopir Truk di Ketapang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:51 WIB

71 Korban Masih Hilang, Tim Penyelam Kembali Pencarian KM Virgo Transport-8

Minggu, 27 September 2026 - 20:34 WIB

Ajang Silaturahim Bulutangkis Riau Berakhir Penuh Sportivitas

Minggu, 27 September 2026 - 20:17 WIB

Roy Suryo Cek Langsung ke Australia, Bantah Klaim Gibran Hanya 6 Bulan Sekolah di UTS Insearch

Minggu, 27 September 2026 - 19:51 WIB

Kepuasan terhadap Prabowo Tetap Terjaga

Minggu, 27 September 2026 - 19:34 WIB

Pengamat Minta Timnas Indonesia Waspadai Koneksi JDT Harimau Malaya

Berita Terbaru

Headline

Ajang Silaturahim Bulutangkis Riau Berakhir Penuh Sportivitas

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:34 WIB

Headline

Kepuasan terhadap Prabowo Tetap Terjaga

Minggu, 27 Sep 2026 - 19:51 WIB