Ilustrasi. Foto: Ist
SERPONG — Informasi yang viral di media sosial seringkali menarik perhatian dalam waktu singkat. Namun, tingginya jumlah penayangan, komentar, dan pembagian ulang bukan merupakan jaminan bahwa informasi tersebut benar.
Masyarakat diimbau lebih berhati-hati sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan pentingnya pengecekan terlebih dahulu untuk mencegah penyebaran informasi yang salah.
Beberapa hal yang perlu dicermati antara lain sumber informasi, waktu kejadian, lokasi, dan konteks konten yang beredar. Informasi juga harus dibandingkan dengan pemberitaan media yang kredibel atau saluran resmi lembaga terkait.
Masyarakat juga perlu mewaspadai video atau foto lama yang diunggah ulang dan diklaim sebagai peristiwa terkini. Selain itu, penggunaan nama tokoh, lembaga, atau lembaga tertentu tidak serta merta membuat suatu informasi dapat dipercaya.
Sinta, seorang warga, mengaku kini lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Kalau banyak informasi biasanya saya cek sumbernya dulu. Kalau belum jelas kebenarannya, saya tidak langsung share,” kata Sinta, Selasa (22/9/2026).
Sebelum menekan tombol bagikan, masyarakat dapat mencari sumber asli konten, mengecek tanggal dan lokasi kejadian, serta mencari informasi perbandingan dari media dan saluran resmi.
Kebiasaan memfilter sebelum membagikan merupakan langkah sederhana untuk mencegah informasi yang belum terverifikasi beredar lebih luas di masyarakat.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














