Pantauan Satelit BMKG: Abu Vulkanik Semeru di Timur, Lewotolok di Barat

- Redaksi

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Semeru meletus disertai peluncuran APG sejauh 3,5 km menuju Besuk Kobokan pada Sabtu (18/7/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pergerakan debu vulkanik dari aktivitas sejumlah gunung berapi di Indonesia. Berdasarkan pantauan terkini, Minggu 20 September 2026 pukul 19.00 WIB abu vulkanik terdeteksi menyebar dari Gunung Lewotolo di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gunung Semeru di Jawa Timur.

Pemantauan ini mengacu pada hasil analisis citra satelit Himawari-9 RGB. Berikut rincian hasil analisis sebaran debu vulkanik berdasarkan citra satelit Himawari-9 RGB:

  • Gunung Lewotolok: Sebaran abu vulkanik teramati bergerak ke arah barat. Paparan abu terpantau meliputi sebagian wilayah Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, hingga mencapai perairan Laut Banda.

  • Gunung Semeru: Sebaran abu vulkanik teramati bergerak ke arah timur. Paparan abu ini meliputi sebagian wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

  • Ibu Gunung: Tidak terdeteksi sebaran abu vulkanik.

  • Gunung Dukono: Tidak terdeteksi sebaran abu vulkanik.

(Sumber: BMKG)

BMKG memperkirakan cuaca di sekitar wilayah pegunungan yang dipantau secara umum berada pada kategori cerah hingga berawan tebal.

Dampak abu vulkanik

  • Dampak Kesehatan: Paparan debu dapat mengiritasi mata dan kulit, menyebabkan batuk, dan menyebabkan gangguan pernafasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk keadaan orang yang sudah memiliki riwayat penyakit pernafasan bawaan.

  • Dampak Transportasi: Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin sehingga mengancam kenyamanan dan keselamatan berkendara. Selain itu, partikel abu dapat mengganggu fungsi mesin, merusak peralatan navigasi, serta memicu penundaan, pengalihan rute, dan penghentian sementara operasional transportasi darat, laut, dan udara.

Menyikapi perkembangan aktivitas gunung berapi, masyarakat yang berada di daerah rawan bencana diimbau tetap tenang namun waspada. Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya hoax dan selalu mengikuti informasi resmi dan arahan dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi, serta pemerintah daerah setempat.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Dokter Tifa Tantang Jokowi: Pak, Kalau Benar Punya Ijazah Tunjukkan Kami
Virus! Syarat Nikah di Semarang Harus Dibayar Lunas PBB, Bapenda Jateng Buka Suara
MEMPERBARUI! Tim Selam Basarnas Evakuasi 1 Jenazah Korban KM Virgo, 125 Korban Masih Dicari
Atto 2 Makin Menggiurkan, BYD Yuan Up Terbaru Capai 501 Km, Harga Mulai Rp 170 Jutaan di China
MK Keluarkan Aturan Baru Sidang Gugatan Ijazah Gibran
Polisi India Batalkan Izin Demonstrasi Muslim di New Delhi, Pemimpin: “Kami Tertipu”
Tragis, Tabrakan Motor dan Mobil di Wonokupang Balongbendo, Pengendara Sepeda Motor Meninggal – SIDOARJO TERKINI
Anies Bicara Ambang Batas Parlemen, Minta Gerakan Rakyat Bergerak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 02:17 WIB

Dokter Tifa Tantang Jokowi: Pak, Kalau Benar Punya Ijazah Tunjukkan Kami

Senin, 21 September 2026 - 01:51 WIB

Virus! Syarat Nikah di Semarang Harus Dibayar Lunas PBB, Bapenda Jateng Buka Suara

Senin, 21 September 2026 - 01:34 WIB

Pantauan Satelit BMKG: Abu Vulkanik Semeru di Timur, Lewotolok di Barat

Senin, 21 September 2026 - 01:17 WIB

MEMPERBARUI! Tim Selam Basarnas Evakuasi 1 Jenazah Korban KM Virgo, 125 Korban Masih Dicari

Senin, 21 September 2026 - 00:51 WIB

Atto 2 Makin Menggiurkan, BYD Yuan Up Terbaru Capai 501 Km, Harga Mulai Rp 170 Jutaan di China

Berita Terbaru