Strategi PTPP dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan di Tengah Dinamika Industri Konstruksi Nasional dan Tantangan Global

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, melakukan Public Expose Live tahun 2025 secara online. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Novel Arsyad, Direktur Keuangan Agus Purbianto, Direktur Strategi Korporasi dan HCM I Gede Upeksa Negara, Direktur Manajemen Risiko & Legal Tommy Wiranata Anwar, dan Direktur Operasi Bidang Gedung Yuyus Juarsa (Jakarta, 17 September 2025).

Pada tahun 2025, PTPP memiliki strategi perusahaan yaitu Back to Core dimana Perseroan kembali fokus pada kompetensi sebagai perusahaan jasa konstruksi dengan terus meningkatkan kualitas dengan menerapkan inovasi dan teknologi Building Information Modelling (BIM) dan pemanfaatan Lean Construction untuk meningkatkan efektifitas, menjunjung tinggi aspek safety pada proyek-proyek yang telah diamanahkan. Strategi PTPP selanjutnya yaitu pengelolaan portfolio untuk optimalisasi divestasi dan restrukturisasi anak usaha serta entitas asosiasi untuk menurunkan leverage level, pemilihan portfolio yang prudent dengan terus memperkuat manajemen risiko.

Sampai dengan bulan Agustus tahun 2025, PTPP berhasil mencatatkan perolehan nilai kontrak sebesar Rp15,28 Triliun. Pencapaian ini memiliki kenaikan sebesar 29,6% atau setara dengan Rp3,49 Triliun dari perolehan bulan Juli 2025. Perolehan nilai kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana BUMN sebesar 51,2%, swasta sebesar 31%, dan pemerintah sebesar 17,8%. Adapun dari sisi segmentasi proyek, perolehan kontrak baru kontribusi tertinggi yaitu pada sektor pertambangan sebesar 19,5%, gedung sebesar 17,81%, power plant sebesar 17,56%, jalan dan jembatan sebesar 15,81%, pelabuhan sebesar 15,26%, minyak dan gas sebesar 5,39%, irigasi sebesar 4,63%, bendungan sebesar 1,78%, bandara sebesar 1,40%, serta industri sebesar 0,85%. Beberapa proyek dengan nilai kontrak jumbo yang telah diraih sampai dengan bulan Agustus 2025 yaitu diantaranya Proyek PLTGU Batam-1 120MW senilai Rp2,68 Triliun, Proyek New Priok East Access Phase II (NPEA) senilai Rp2,33 Triliun, Proyek ITACHA 2 Haul Road senilai Rp1,93 Triliun, dan Proyek Kataraja Toll Road Phase 2 senilai Rp1,35 Triliun.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kinerja Perseroan dengan menitikberatkan pada strategi yang terintegrasi. “Kami akan tetap konsisten pada back to core business, sembari mengelola portofolio melalui divestasi serta restrukturisasi anak usaha guna menurunkan leverage. Perseroan juga akan menerapkan pengelolaan yang prudent dengan melakukan optimalisasi bisnis yang mendukung core business, memperkuat pemanfaatan inovasi dan teknologi, serta memastikan penerapan prinsip ESG di setiap lini kegiatan,” ucap Novel.

Selanjutnya Novel juga menegaskan bahwa Strategi ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan bisnis dan daya saing perusahaan di masa depan, “Seluruh langkah strategis ini kami jalankan tidak lain untuk mempertahankan konsistensi PTPP sebagai pelopor jasa konstruksi dengan trademark kualitas terbaik, demi menghadirkan nilai tambah bagi para pemegang saham dan stakeholder, sekaligus memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegas Novel.

–SELESAI–

Tentang PT PP (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia.

PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 23% saham ke publik.

Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Headline

Ke Balaikota, Pegawai Klub di Jakbar Demo Tempat Kerja Ditutup

Selasa, 22 Sep 2026 - 02:51 WIB

Headline

#Republik Fabeliano, “DEWAS KPK = SAMURAI TERAKHIR!?”

Selasa, 22 Sep 2026 - 02:34 WIB