Mahyeldi dan Zulmaeta Serahkan Bantuan Untuk 1.079 Jiwa Korban Kebakaran Pasar Payakumbuh

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan berupa 4.104 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada pedagang dan masyarakat yang terdampak kebakaran di Blok Barat Pasar Payakumbuh.

Penyaluran ini dilakukan di Posko Kebakaran Pasar Payakumbuh, Jumat (19/09/2025) dan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, didampingi Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta.

“Berdasarkan data dari Pemko Payakumbuh, bantuan ini akan kita berikan untuk 274 kepala keluarga (KK) atau 912 jiwa yang menjadi korban terdampak langsung dari kebakaran,” kata Gubernur Mahyeldi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggap darurat sekaligus upaya pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang kehilangan mata pencaharian pascakebakaran besar yang terjadi pada 26 Agustus 2025.

Mahyeldi menjelaskan, cadangan pangan pemerintah daerah merupakan salah satu instrumen dalam Cadangan Pangan Nasional yang berfungsi mengantisipasi krisis pangan, gejolak harga, serta bencana alam maupun sosial.

“Beras cadangan ini kita salurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, dalam hal ini kebakaran besar di Pasar Payakumbuh,” ucapnya.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat sambil pemerintah daerah memulihkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan pasar,” tukuknya.

Mahyeldi menekankan bahwa program CPPD bukan hanya untuk kondisi darurat, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan di Sumatera Barat.

Pemanfaatan cadangan pangan ini bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan prosedur permohonan resmi kepada provinsi, terutama ketika terjadi bencana, gejolak harga, atau kekurangan pangan.

Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadi Payana, menjelaskan bahwa stok CPPD yang dimiliki provinsi saat ini mencapai 141,8 ton, tersimpan di gudang-gudang Perum Bulog Kanwil Sumbar dan siap didistribusikan kapan saja jika terjadi bencana serupa.

“Setiap jiwa menerima 4,5 kilogram beras. Jumlah ini dihitung berdasarkan kebutuhan harian 0,3 kilogram per orang untuk jangka waktu 15 hari. Kami berharap ini bisa membantu keluarga korban dalam memenuhi kebutuhan dasar sambil menunggu pemulihan ekonomi di pasar,” ujarnya.

Selain bantuan dari provinsi, Pemko Payakumbuh juga menyalurkan beras cadangan pemerintah kota yang disimpan di gudang Bulog.

Bantuan ini diperuntukkan bagi 167 jiwa terdampak dengan total 751,5 kilogram beras yang akan dibagikan pada minggu ini.

Dengan demikian, total bantuan pangan yang diberikan pemerintah, baik provinsi maupun kota, ditujukan bagi 1.079 jiwa terdampak, dengan total beras mencapai 4.855,5 kilogram.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sumbar dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Menurutnya, selain bantuan beras, pemerintah provinsi juga telah mengalokasikan dana relokasi pasar untuk mempercepat proses pemulihan.

“Kebakaran ini memukul ekonomi para pedagang kita. Karena itu, Pemko Payakumbuh terus berupaya menggalang berbagai bantuan, baik dari pemerintah provinsi maupun pihak swasta, agar aktivitas perdagangan bisa segera pulih. Bantuan beras ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” ucap Zulmaeta.

Ia menambahkan, bantuan ini akan dibagikan secara langsung kepada pedagang dan masyarakat terdampak melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Zulmaeta juga mengajak seluruh korban untuk tetap tabah dan optimis dalam menghadapi situasi sulit ini.

“Semoga kebersamaan yang kita pupuk bersama dapat mempercepat pemulihan, sehingga geliat ekonomi di Pasar Payakumbuh segera kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Pemko Payakumbuh

Berita Terkait

Bersama 14 Advokat, Dua Pakar Hukum Ternama Bakal Lawan Gibran bin Jokowi di MK
5 HP Terbaru September 2026 dengan Kelas Berbeda, Mana yang Paling Sesuai Kebutuhanmu?
Ke Balaikota, Pegawai Klub di Jakbar Demo Tempat Kerja Ditutup
#Republik Fabeliano, “DEWAS KPK = SAMURAI TERAKHIR!?”
Apakah Anda menyesal membantu Jokowi? Hal itu diungkapkan Anies Baswedan
Update BKAD Lebak Realisasi APBD 2026 per 18 September, Pendapatan Rp 1,9 T dan Belanja Rp 1,6 T
Penyelam BSG Temukan 2 KM Korban Virgo di Kapal Karam
Kartel Politik Kompak Usulkan Naikkan Parliamentary Threshold Jadi 5-7%: Dikaji Upaya Blokir Anies dan Gibran?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 03:34 WIB

Bersama 14 Advokat, Dua Pakar Hukum Ternama Bakal Lawan Gibran bin Jokowi di MK

Selasa, 22 September 2026 - 03:17 WIB

5 HP Terbaru September 2026 dengan Kelas Berbeda, Mana yang Paling Sesuai Kebutuhanmu?

Selasa, 22 September 2026 - 02:51 WIB

Ke Balaikota, Pegawai Klub di Jakbar Demo Tempat Kerja Ditutup

Selasa, 22 September 2026 - 02:34 WIB

#Republik Fabeliano, “DEWAS KPK = SAMURAI TERAKHIR!?”

Selasa, 22 September 2026 - 02:18 WIB

Apakah Anda menyesal membantu Jokowi? Hal itu diungkapkan Anies Baswedan

Berita Terbaru

Headline

Ke Balaikota, Pegawai Klub di Jakbar Demo Tempat Kerja Ditutup

Selasa, 22 Sep 2026 - 02:51 WIB

Headline

#Republik Fabeliano, “DEWAS KPK = SAMURAI TERAKHIR!?”

Selasa, 22 Sep 2026 - 02:34 WIB