Green Skilling #23 Angkat Isu Pendidikan Iklim dan Kolaborasi Hijau

- Redaksi

Senin, 8 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 4 September 2025 — Forum edukasi publik Green Skilling #23: Green Future – Kolaborasi yang Mengakar untuk Ekonomi Berkelanjutan sukses digelar oleh LindungiHutan pada kamis lalu (14/8/2025). Acara ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai peran pendidikan, pola pikir hijau (green mindset), dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan berkelanjutan.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, Marsaria Primadonna (Bu Pima), Head of Kampus Guru Cikal – Guru Belajar Foundation, dan Muthi’ah Aini Rahmi, Product Operator LindungiHutan. Keduanya memberikan perspektif tentang bagaimana pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup saling berkaitan erat serta pentingnya kolaborasi nyata antara dunia pendidikan, komunitas, dan bisnis.

Dalam sesi utama, Marsaria menegaskan bahwa pendidikan menjadi pondasi utama pembangunan ekonomi hijau.

“Tanpa pendidikan yang kuat, ekonomi tidak akan bisa maju pesat. Pendidikan juga mencakup pembentukan pola pikir hijau (green mindset) yang peduli terhadap lingkungan. Jika Bumi rusak, tidak ada artinya lagi bagi kita untuk hidup dan belajar di atasnya,” jelas Marsaria.

Ia juga menekankan pentingnya Education for Sustainable Development (ESD) sebagai pendekatan global yang mengajarkan generasi muda untuk menjaga lingkungan, membantu sesama, dan membuat keputusan baik bagi masa depan.

Sementara itu, Muthi’ah menyoroti pentingnya kemitraan hijau yang dapat mempertemukan kepentingan bisnis dan sosial.

“Kolaborasi hijau bukan sekadar jargon. Dengan bekerja sama, bisnis dapat memenuhi target keberlanjutan (ESG) sekaligus memperkuat reputasi, sementara yayasan mendapatkan dukungan untuk memperluas skala dampak. Dari komunitas hingga korporasi, setiap pihak punya peran dalam menjaga Bumi,” ungkapnya.

Webinar juga menyoroti tantangan utama dalam membangun green mindset, yaitu masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk bertindak tanpa instruksi formal. Narasumber menggarisbawahi bahwa perubahan dapat dimulai dari aksi kecil individu, seperti yang ditunjukkan Greta Thunberg, dan berkembang menjadi gerakan global.

Melalui Green Skilling, LindungiHutan terus memperkuat ruang diskusi dan kolaborasi bagi berbagai pihak. Program seperti Educatree, Sustainabilitree, dan Imbangi dihadirkan sebagai solusi nyata untuk melibatkan individu, komunitas, dan korporasi dalam aksi keberlanjutan melalui edukasi, penanaman pohon, hingga pengimbangan emisi karbon.

Dengan format talkshow, pemaparan narasumber, dan diskusi interaktif, Green Skilling #23 sukses menjadi katalis bagi pertukaran ide dan kolaborasi. Forum ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan hijau yang inklusif dan resilien. Rekaman acara dapat disaksikan kembali melalui https://bit.ly/4g73JHy.

About LindungiHutan
LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru