Transisi Musim Kemarau ke Hujan Diwarnai Cuaca Ekstrem, Penanaman Pohon Jadi Mitigasi Nyata

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa wilayah Indonesia mengalami suhu dingin tak biasa pada akhir Agustus 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang serta kilat/petir di sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Fenomena ini menjadi pertanda peralihan musim dari kemarau menuju penghujan.

Menurut analisis BMKG, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Mixed-Rossby Gravity Wave, dan Gelombang Kelvin turut memicu hujan meski kemarau masih berlangsung. Selain itu, suhu laut yang lebih hangat meningkatkan potensi hujan ekstrem hingga akhir tahun 2025.

“Transisi musim kali ini berjalan cukup kompleks. Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi muncul hingga beberapa bulan ke depan,” ungkap BMKG dalam Buletin Informasi Iklim Agustus 2025.

Perubahan cuaca yang semakin dinamis ini menjadi pengingat bahwa krisis iklim nyata adanya. Pola hujan tak menentu, suhu ekstrem, hingga potensi bencana hidrometeorologi kian sering terjadi. Kondisi ini menuntut tidak hanya kewaspadaan, tetapi juga aksi nyata untuk menjaga keseimbangan alam.

BMKG juga mencatat adanya curah hujan sangat lebat pasca Hari Kemerdekaan RI ke-80 pertengahan Agustus lalu, sebagai indikasi meningkatnya aktivitas konvektif atmosfer. Data ini menguatkan bahwa transisi musim kemarau ke hujan tahun ini berlangsung dengan pola yang lebih dinamis dibandingkan periode sebelumnya.

Dampaknya terasa langsung pada masyarakat. Suhu dingin ekstrem di beberapa daerah menyebabkan perubahan aktivitas pertanian, sementara hujan deras meningkatkan risiko banjir bandang maupun tanah longsor. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa krisis iklim bukan isu jauh di depan, tetapi sudah terjadi dan menyentuh kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks mitigasi, ekosistem sehat menjadi benteng alami menghadapi perubahan iklim. Hutan dan vegetasi berperan penting menyerap karbon, menjaga kualitas air tanah, dan menahan erosi. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana, tetapi cukup strategis dalam mengurangi dampak cuaca ekstrem yang makin sering terjadi.

Sejumlah inisiatif telah berkembang untuk mendukung langkah ini. Platform LindungiHutan, misalnya, menyediakan ruang kolaborasi melalui program CorporaTree untuk perusahaan yang menjalankan CSR berbasis penanaman pohon, CollaboraTree yang mengintegrasikan donasi pohon dengan penjualan produk atau jasa, serta Imbangi for B2B yang membantu bisnis menebus emisi melalui carbon offset.

“Fenomena cuaca akhir Agustus ini menunjukkan betapa nyata dampak perubahan iklim bagi masyarakat. Penanaman pohon tidak bisa lagi dipandang sebagai aktivitas simbolis, melainkan bagian dari strategi adaptasi jangka panjang. Kami di LindungiHutan berkomitmen menghadirkan inisiatif yang memungkinkan masyarakat maupun perusahaan berkolaborasi menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Ben, CEO LindungiHutan.

Fenomena cuaca akhir Agustus ini menjadi peringatan bahwa perubahan iklim sedang berlangsung nyata. Upaya kolektif dalam menjaga lingkungan, termasuk menanam pohon dan melestarikan hutan, dapat menjadi bagian dari strategi adaptasi dan mitigasi agar masyarakat lebih siap menghadapi dinamika iklim di masa depan.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

 

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Headline

Jokowi Soal Parliamentary Threshold: Mau 5, 6, 7, 8, Oke

Kamis, 24 Sep 2026 - 16:34 WIB